Matatelinga.com,Seorang ibu rumah tangga (IRT), Nining Deliana (31) warga Jalan Yossudarso,Simpang Mabar, Medan Labuhan, tertangkap tangan mencuri pakaian yang dimasukkandi kantong plastik di lantai dua, Ramayana Aksara, Jalan Aksara, Medan Tembung,Sumatera Utara.
Nining yang merupakan tamatan Pendidikan Guru Sekolah Dasar(PGSD) ditangkap oleh satpam pusat belanja Ramayana bernama Zakaria (44). Saatketahuan dan hendak melarikan barang belanjaan tersebut, Nining ditahanZakaria.
Saat ditanya satpam, Nining terus memberikan jawaban yangngelantur. Zakaria kemudian berinisiatif menghubungi orangtua Nining darihandphone milik Nining.
"Saya ngelihat dia masuk dan lagi pilih-pilih pakaian. Sayacuriga, pakaian itu kok langsung dimasukannya ke dalam plastik yang memangsudah dibawanya. Banyak kali yang diambilnya sampai dua plastik itu. Pas sayatanyain, katanya mau dibayar suaminya. Padahal kami tahu dia datangsendiri," jelas Zakaria, Rabu (20/5/2015).
Tak lama berselang, ayah Nining, Hanif (54) bersama ibunyamendatangi Ramayana Aksara. Keduanya datang dengan satu bungkus pakaian yangmasih baru. Kepada satpam, Hanif menjelaskan pakaian itu juga diambil olehanaknya dari Ramayana Aksara.
Orangtua Nining meminta maaf kepada pihak Ramayana. Pasalnya,anak perempuannya itu mengalami stres akibat ditinggal suaminya. Namun, pihakRamayana yang merasa rugi karena banyak barang yang hilang membawanya keMapolsek Percut Sei Tuan.
"Kata orangtuanya ibu itu stres setelah dua hari menikahditinggal suaminya. Tapi kami bawa dulu dia ke Polsek ini. Ibunya datang jugabawa bungkusan satu karung plastik pakaian yang juga diambil dari tempat kami.Memang saya kasihan juga, tapi ini prosedur kerjaan saya. Kerugiannya sampaiRp4,5 juta," kata Zakaria.
Dihadapan polisi dan para satpam Ramayana, Nining mengakuseorang sarjana pendidikan lulusan Universitas Negeri Medan (Unimed) danmengaku kalau pakaian tersebut akan dibayar suaminya. "Nanti suamikudatang. Semua pakaian ini mau dibayar suamiku. Aku ini lulusan PGSD dariUnimed," teriak Nining.
Hanif, mengakui jika anaknya mengalami stres sejak ditinggalsuaminya. "Memang dia lulus D3 jurusan PGSD Unimed. Nah baru dua harimenikah, dia ditinggal suaminya, itulah yang membuat dia stresberkepanjangan," jelas Hanif.
Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, AKP B Luhut Sihombing,mengaku telah memediasi keduanya agar damai. Dan upaya tersebut telahdisepakati kedua belah pihak.
"Sudah dipulangkan, karena memang kata orangtuanya, tersangkamengalami stres. Orangtuanya sudah mengganti rugi dari yang diambil tersangkakepada pihak Ramayana," ujar Luhut. Demikian dikutip laman okezone.com,Rabu (20/5/2015)
(Fit)