Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Bangunan Gedung Vihara CBD Polonia Rubuh
CBD

Bangunan Gedung Vihara CBD Polonia Rubuh

Admin - Kamis, 04 Juni 2015 19:23 WIB
matatelinga.com
Bangunan Vihara di Lingkungan CBD Polonia Medan Rubuh
Matatelinga.com,  ratusan warga dikejutkan dengan hambruknya bangunan Vihara lantai III di Komplek CBD Jl Antariksa/Padang Golf, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia,hingga berbondong bondong menuju lokasi kejadian dan termasuk pihak kepolisian Polresta Medan.Akibat kejadian tersebut, dua puluh tujuh buruh bangunan yang sedang bekerja di lantai III dan II tertimpa reruntuhan bangunan akibat pejanggah kurang kuat saat dilakukan pengecoran dan langsung dilarikan ke rumah sakit Mitra Sejati dan RS. Elisabet, Medan, Kamis (4/6/2015) sore, sekira jam 16.30 wib.Para pekerja yang mengalami luka luka diantaranya, Sutimin ,48, Babreng ,34, Misno ,49, Anggi ,49, Abdullah ,60, , Zaini ,36, Donny ,34, Yeni ,25, mereka semuanya warga Belawan dan Imam ,34, Sukimin ,40, Salman ,34, warga Pasar III Stabat, Wahyudi ,25, warga Stabat, Eko Sulistiono ,30, dan Zunaidi ,49, warga Belawan.Sedangan Nama tujuh orang yang selamat dalam kejadian itu, Fery Gunawan, Vivid, Zega, Aban, Muchtar, Rudi dan Mantri. Tujuh pekerja tersebut warga Jalan Besar Batang Kuis, Kecamatan Percut Sei Tuan.Informasi dihimpun dilokasi kejadian, Kejadian itu bermula setelah pekerja bangunan Vihara selesai makan siang, baru saja memulai aktivitas kembali, tiba tiba pejangga bangunan Vihara lantai III tidak kuat menjadi rubuh dan langsung menimpa ke 27 pekerja yang ada diatas dan dibawahnya. Gino yang merupakan seorang buruh bangunan selamat dari insiden itu menjelaskan, dia sangat terkejut begitu melihat coran lantai III bangunan itu rubuh dan langsung mengenai rekan rekan kerjanya.kejadian tersebut " sekitar jam 12.15 Wib, saya sedang beristirahat di lantai I bersama kawan-kawan. Kemudian, tiba-tiba saja terdengar dari lantai III yang masih basah roboh dan menimpa para pekerja di lantai II dan yang di lantai III jatuh ke bawah," jelasnya pada Wartawan.Takut diketahui oleh para wartawan, dua mandor, Muji dan Herman langsung menyuruh para pekerja untuk membawa para korban ke rumah sakit terdekat.Para pekerja lainnya langsung berhamburan melarikan diri dan sebagian menolong para pekerja yang menjadi korban reruntuhan bangunan tersebut. "Pas roboh, kami langsung melarikan diri dari bangunan ini. Abis itu, kami langsung menolong kawan-kawan kami (para korban) dan selanjutnya kami bawa ke Klinik Adinda yang dekat sini," jelas Gino lagi.Tidak lengkapnya peralatan medis di Klinik Adinda yang terletak di Jalan Antariksa, Medan tak jauh dari lokasi kejadian, para korban pun dirujuk ke RS Mitra Sejati. "Nggak sanggup Klinik itu (Adinda) menampung kawan-kawan kami yang terluka parah. Makanya dirujukkan ke RS. Mitra Sejati," tutup lelaki bertubuh kurus ini.Dengan mengendarai ambulan dan sebagian korban dibawa dengan mobil pribadi ke RS. Mitra Sejati, Medan. Sampai di rumah sakit tersebut, para korban langsung dimasukkan ke ruangan UGD untuk mendapatkan perawatan medis.Mirisnya, para buruh pekerja tersebut dipaksa oleh kedua mandor bangunan itu untuk menyelesaikan bangunan itu secepatnya. "Kami disuruh cepat untuk selesaikan bangunan ini. Makanya pondasi-pondasi yang belum kering langsung dipaksa aja sama mereka. Pokoknya kami disuruh kedua mandor itu untuk cepatlah. Sampai istirahat makan aja satu persatu, abis itu kerja lagi," ujar Nurdin salah satu buruh bangunan.Kemudian, lanjut Nurdin, para pekerja tidak difasilitaskan alat-alat keamanan. "Nggak ada kami dikasih alat-alat keamanan. Seharusnya, para pekerja kan dikasih helm dan sarung tangan untuk bekerja. Tapi kami tidak diberikan apa-apa," ujarnya sembari meninggalkan awak media.Terlihat para petugas Kepolisian Satuan Reskrim Polresta Medan yang dipimpin Kasat Reskrim, Kompol Aldi Subartono dan petugas Unit Reskrim Polsek Medan Baru tiba di lokasi untuk melakukan pendataan sambil mengatahui kronologis kejadian tersebut. Terlihat juga petugas dari Labfor Polda Sumut mendatangi lokasi itu. Namun, dilokasi kejadian terlihat pekerja tetap menjalankan pekerjaannya untuk membangun Vihara itu. Seakan akan pimpinan proyek tidak memikirkan kalau lokasi masih berbahay untuk tetap menjalankan aktifitas." Kurasa orang ini ngejar target ya bang, udah tau ada kejadian, bukannya kegiatan diberhentikan dulu, memang gilak kali orang ini bang. Gak dihargainya kami sebagai polisi disini, kami melakukan olah TKP pun terkendala karna masih berlangsungnya pekerjaan di lokasi kejadian, " ujar salah satu Polisi Brimob yang enggan menyebutkan namanya.Para keluarga mendatangi korban di rumah sakit tersebut untuk melihat kondisi para keluarganya yang menjadi korban reruntuhan bangunan Vihara itu.(Mt/Adel)(Mt)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Berita Sumut

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Berita Sumut

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Berita Sumut

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berita Sumut

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar

Berita Sumut

Ratusan Pengunjung Perbelanjaan dan Mall di Kota Medan Terbirit Birit