Mucikari

Wanita Diduga Mucikari Diamankan Poldasu

Admin - Jumat, 12 Juni 2015 21:45 WIB
google
ilustrasi
Matatelinga.com,   Seorang wanita AS ,23, warga Jalan Suka Dame Poten, Tebing Tinggi diduga menjadi mucikari penjualan anak dibawah umur ditangkap Subdit IV Tindak Pidana Remaja dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Sumut.

Dalam penangkapan yang dilakukan petugas Poldasu dari wanita ini di kawasan Jalan Iskandar Muda,  Kamis kemarin (11/6/2015) malam menyita barang bukti uang Rp 500 ribu dan 3 unit handphone.

Selain itu, polisi juga mengamankan tiga korbannya yang masih dibawah umur CIM alias Caca ,14, warga Jln Bunga Asoka, Gang Bunga Baldu, Kec.  Medan Sunggal, NAN alias Ella ,16, warga Tanjung Mulia, Kayu Putih, Lingkungan XI, dan Nu alias Mai ,15, warga Jalan Sunggal,  Gang Keluarga yang diduga dijual untuk menjadi pelayanan nafsu.

Data yang diperoleh di Poldasu, Jumat (12/6/2015), penangkapan ini berawal dari adanya laporan masyarakat tentang adanya penjualan anak dibawah umur yang dijadikan pekerja seks.

Mendapat laporan itu, anggota Poldasu melakukan penyamaran dan mengaku sebagai pria hidung belang bertemu dengan pelaku setelah harga dan bertemu lokasi yang telah ditentukan.

Selanjutnya wanita dan petugas Poldasu yang melakukan penyamaran dilokasi yang telah ditentukan, langsung dilakukan penangkapan terhadap pelaku bersama tiga anak dibawah umur yang diduga dijadikan pemuas nafsu.

Ditreskrimum Polda Sumut Kombes Pol drs Dul Alim saat dikonfirmasi mengatakan masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

"Pengungkapan ini merupakan fenomena kalau dalam dunia prostitusi sudah melibatkan anak di bawah umur. Jadi anak dibawah umur ini dijual seharga Rp 1,5 juta kepada petugas  yang menyaru sebagai pemesan," katanya.

Sementara pelaku AS membantah semua tuduhan polisi yang menyebutkan dirinya sebagai mucikari.

"Aku memang menjual diri, tapi aku tidak  ada menjual anak itu," katanya.

Wanita yang sudah menjanda memiliki dua orang anak, ditinggal mati suaminya pada 2012 ini, juga membantah semua barang bukti yang diperlihatkan polisi.

"Aku tidak ada pakai HP. Aku ini dijebak akunya. Sedih kali aku dan bagaimana kasih makan dua anak-anakku ," akunya.

(Mt/Ain)


Tag:

Berita Terkait