Matatelinga.com, Mahasiswa PMII Asahan menggurudukKantor Bupati Asahan menuntut penyelesaian kasus pemukulan yang dilakukan olehoknum PNS di lingkungan Pemkab Asahan berinisial RS (Eselon II), RO dan FN terhadapdua kader PMII Nanda Fadillah Damanik dan Ramadhani Hasibuan, Selasa(9/6/2015) yang lalu.
Awalnyaaksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa PMII ini berlangsung aman, namun setelahhampir satu jam mahasiswa melakukan orasi di depan kantor Bupati Asahan, tidak satupunpejabat pemkab Asahan yang datang menemui Mahasiswa, akhirnya mahasiswa mencobamasuk ke kantor, namun pergerakan mahasiswa ini dihalangi pihak Satpol PPsehingga bentrok pun tidak dapat dihindari. Malah salah seorang anggota Satpol PPmelepaskan tinjunya kearah seorang mahasiswa, melihat hal tersebut mahasiswamelakukan perlawanan dan mencoba menerobos pagar betis yang dilakukan petugasSatpol PP.
“Diamemukul aku.. dia memukul aku” teriak mahasiswa yang mendapat perlakukan kasarseorang oknum satpol PP yang langsung kabur masuk kedalam kantor. Aksidorong-dorongan dan adu jotos ini tidak berlangsung lama, ketika aparatkepolisian dari Intelkam Polres Asahan dapat meredakan emosi mahasiswa danpetugas Satpol PP.
Setelahbaku hantam dengan petugas Satpol PP, mahasiswa melakukan aksi bakar ban dandiiringi nyanyian perjuangan mahasiswa. Aksi baku hantam nyaris kembali terjadiketika oknum Satpol PP yang melakukan pemukulan yang masuk kedalam kantorkeluar. Melihat oknum petugas Satpol PP yang memukul rekannya, mahasiswa yangberkumpul langsung mengejar petugas Satpol PP tersebut, untung saja aksikejar-kejaran ini dapat kembali diredakan oleh petugas.
KetuaUmum PMII Asahan Adit Satria Tanjung ketika dikonfirmasi setelah menggelar aksimenyebutkan peristiwa pemukulan terhadap kadernya Nanda Fadillah Damanik danRamadhani Hasibuan terjadi ketika mahasiswa menyampaikan aspirasinya di sekretariatdaerah (Bagian Umum), waktu penyampaian aspirasi tiba-tiba PNS Eselon II yangmenjabat sebagai Kabag Perekonomian RS dan sopirnya RO yang merupakan tenagahonorer di Pemkab Asahan marah-marah dan langsung memukul Nanda FadillahDamanik dan membenturkan wajah Nanda ke pintu kantor. Sementara itu kaderlainnya Ramadhani Hasibuan mengalami penganiayaan di depan Kantor Bappeda yangdilakukan oleh oknum berinisial FN.
“NampaknyaPNS dan tenaga honorer di Kantor Bupati Asahan ini sudah seperti preman, mainpukul, maka untuk itu aksi kami ini adalah aksi menolak segala bentuk kekerasandan premanisme di lingkungan sekretariat daerah dimana seharusnya sebagaiaparatur negara seharusnya dapat menjaga prilaku dan tingkah laku terhadapmasyarakat” ujar Adit
Aditjuga menambahkan atas aksi pemukulan pertama dan kedua yang baru dialami olehmahasiswa PMII, pihaknya akan membuat laporan resmi ke Mapolres Asahan.
Kitaakan membuat laporan resmi ke Mapolres Asahan dan meminta agar Kapolres AsahanAKBP Tatan Dirsan Atmaja dapat membentuk tim investigasi agar memeriksa danmenangkap PNS yang bergaya preman serta oknum yang telah melakukan penganiayaanterhadap kader PMII selain itu juga kami meminta dengan tegas kepada BupatiAsahan untuk menindak oknum PNS preman tersebut, karena aksi yang dilakukanoleh oknum PNS tersbebut mencemarkan nama baik aparatur negara (PNS)” tambahAdit.
(Mt/Ibnu)