Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Listrik Masih Padam, Wagubsu Panggil PLN
Pemprovsu

Listrik Masih Padam, Wagubsu Panggil PLN

Admin - Rabu, 08 Juli 2015 21:13 WIB
matatelinga.com
Matateinga.com,  Dengan masih adanya pemadaman listrikyang dikeluhkan masyarakat Sumatera Utara, Wakil Gubernur Sumatera Utara H TErry Nuradi memanggil PT PLN yang dihadiri salah satu Direktur PLN yaitu NasriSebayang, Rabu (8/7/2015).

Dalam Pertemuan yang berlangsung di RuangKerja Wagubsu Direktur Pengembangan PLN Nasri Sebayang didampingi 5 GM PLN yangada di Sumut yaitu  GM Wilayah SumateraUtara, Dian Anto, GM Pembangkitan Sumbagut Sugianto,  GM Proyek PembangkitSumbagut M Rafiq, GeneralManager PLN Unit Induk Pembangunan III Robert Purba , GM PusatPengandalian dan Penyaluran Beban Eko. Sedangkan Wagubsu didampingi AssistenEkbang Provsu Hj Sabrina, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi .

Usai pertemuan selama satu jam, kemudian digelar Konprensi Pers. Menjawab tentang pemadaman listrik yangmasihterjadi, Nasri Sebayang mengungkapkan permohonan maaf atas ketidaknyamananmasyarakat akibat pemadaman tersebut. Dia menjelaskan pemmadaman terjadi akibattinginya beban puncak yang saat ini mencapai 1850 MW.  “Beban puncak tahun ini sudah mencapai 1850 MW, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Nasri. Menurutnya kapasitaspasokan listrik Sumut hanya  memilikicadangan 100 MW Cadangan, yang pada dasarnya belum mencukupi. Dijelaskannya defisitlistrik Sumut saat ini salah satunya disebabkan 1 unit PLTU Nagan Raya yang sekarangdalam tahap first year inspection  atau pemeriksaan tahun pertama setelah beroperasiyangtepat jatuh pada bulan Ramadhan. “Sudah menjadi ketentuan pembangkit, harusdihentikan operasionalnya untuk diperiksa dan  dibongkar,” ujarnya.

Dia menyebutkan idealnya cadangan listrik 30%dari beban puncak yaitu minimal 550 MW.  Semetararata-rata pertumbuhan ketenagalistrikan di Sumut per tahun 6-7% , lebih rendahdari rata-rata pertumbuhan beban puncak. “Beban puncak tumbuh 12 %,  sementara pertumbuhan energy hanya 6-7%,makanya kita tetap perlu membangun pembangkit,” ujar Nasri.

PLTA Asahan III

Sementara itu Wagubsu menyampaikan PLTA AsahanIII yang selama ini lebih dari 10 tahun mengalami kendala dalampembangunananya, memasuki progress yang menggembirakan.  Izin pinjam pakai lahan dari KementerianKehutanan sudah terbit pada 25 Juni 2015, sehinga kendala utama dalam prosespembangunannya dengan ini sudah menampakkan titik terang.

“Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan sudahkeluar, sehingga Pemerintah Provinsi beserta Pemkab Tobasa dan Asahan akan segeramembentuk Tim Inventarissasi Pengusaan Pemilikan Penggunaan dan PemanfaatanTanah dalam Hutan (IP4T) yang nantinya di ketuai oleh BPN,” jelas Erry Nuradi.

Dijelaskannya, dalam kawasan hutan  yang akan dibangun PLTA Asahan III tersebut,ternyata ada 87 persil areal yang dikeluarkan sertifikatnya oleh BPN. “Perludiinventarisir apakah sertifikat tersebut keluar sebelum SK 44 tahun 2005. Apabilasebelum SK tersebut, maka Menhut akan merevisi izin pinjam pakai kawasan yangdikeluarkan, jika ini selesai, PLN akan segera melaksanaan pembangunanpembangkit Asahan III,” jelas Wagubsu.

Dalam kesempatan itu Nasri menjelaskan bahwakrisis listrik Sumut baru benar-benar tuntas pada tahun 2019. Sebagaimanaprogram pemerintah selama  2015-2019 akanmembangun pembangkit 35 ribu MW. Dari program dimaksud Sumbagut akan masuk tambahan2.300 MW yang saat ini sebagian sudah masuk proses konstruksi dan sebagianpelelangan . “Ditargetkan pada tahun  2019,cadangan listrik Sumut minimum 30% dari Beban Puncak akan tercapai sehinggakendala pemadaman listrik ke depannya tidak lagi terjadi,” katanya.

Dijelaskanya, PLTU Pangkalan Susu sebesar 2 x200 MW saat ini dalam tahap penyelesaian. Menurutnya PLTU Pangkalan Susumenjadi tulang pungung mendukung system tenaga listrikan mulai Aceh, Sumuthingga perbatasan Riau.  Sekarang PLTU PangkalanSusu sedang pengujian akhir, dalam bulan depan dioperasikan secara komersial.Walaupun belum beroperasi secara komersil, tapi daya pembangkit masuk ke dalamsistem, dimana sehari beroperasi masuk total 320 MW untuk 2 unit, dan Desemberdiperkirakan mencapai 400 MW.

Sementara itu PLTG Arun dengan kapasitas 180MW, pada September sudah masuk dalam system  dimana blok pertama masuk sebesar 43 MW dan total180 MW masuk pada Desember.

PLN juga melakukan ekspansi tahun ini mulai pembangunanPLTU Pangkalan Susu  tahap III dan IV  sebesar 2x220 MW diharapkan selesai 2018.  “Mudah-mudahan tidak ada kendala –kendala masalahlahan dan jaringan transmisi yang menghambat,” katanya. Sedangkan PLTP Sarulasebesar 330 MW direncanakan beroperasi pada tahun 2017-2018.

(Mt)


Tag:

Berita Terkait