Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Tidak Memiliki Biaya Untuk Operasi

Tidak Memiliki Biaya Untuk Operasi

Admin - Jumat, 10 Juli 2015 22:27 WIB
Ibnu
Matatelinga.com,  

Matatelinga.com,  Karena tidak memiliki biaya untukberobat, Jumin ,12, penduduk Dusu VI Desa Pulau Rakyat Tua Kecamatan PulauRakyat Kabuaten Asahan yang merupakan anak ke 5 dari 6 bersaudara putra daripasangan Budi Sutrisno ,48, dan Kamini ,42, ini tidak seperti bocah seusianya,pasalnya bocah ini sejak lahir menderita hernia atau turun burut atau penyakit kantungkemih membesar yang mengakibatkan bocah ini merasa nyeri dan kadang menangiskarena menahan rasa sakit yang luar biasa sejak berusia delapan hari dan harusmenahan sakit sepanjang hidupnya.

Kamini ibu kandung Jumin ketika ditemui Matatelinga, Jumat (10/7/2015) menyebutkankalau penyakitnya kambuh kantung kemihnya membesar dan Jumin selalu menangiskarena menahan sakit dan tidak bisa tertidur pulas.

“Kalau sedang kambuh biasanya dia menangis terus menahan sakit dan tidakbisa tidur nyenyak, sementara Jumin disarankan untuk beroperasi, namun karena suamisaya hanya bekerja sebagai seorang supir mobil galasan yang gajinya tidakmenentu yang harus menghidupi saya dan 4 orang anak yang masih menjadi tanggungjawab kami ya terpaksa kami hanya bisa melihat dan mencari obat alakadarnya”ujar Kamini sembari memandangi Jumin.

Jumin yang baru saja menyelesaikan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)Pulau Rakyat Tua kini sedang masuk disalah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP)di Pulau Rakyat dan sering merasa malu dan minder karena memiliki buah zakarnyayang besar dan mengingini agar dirinya dapat dioperasi agar penyakitnya inidapat disembuhkan.

Masih menurut keterangan ibunda Jumin, bahwa saat Jumin berusia sekitatar 3 tahun pernah dibawa kerumah sakit untukdiperiksa dan disinilah dokter memvonis Jumin menderita Hernia dan salah satucara untuk penyembuhannya adalah dengan cara operasi, namun dokter menyarankanagar Jumin jangan dulu dioperasi karena fisik Jumin belum kuat, kecuali setelahJumin berusia 6 tahun baru bisa untuk dioperasi.

“Waktu Jumin kita bawa berobat ayahnya masih memiliki usaha jual belikelapa sawit dan bisa dikatakan masih mapan, namun usaha suami saya mengalamipailit hingga kondisi ekonomi kami melemah, bahkan kami memiliki hutang di Bankyang tidak sedikit dan setiap bulannya harus dibayar sebesar Rp. 2 juta, bilatidak rumah yang kami tempati sekarang bakal disita pihak bank karena rumah inisudah menjadi agunan ke bank” cerita Karmini.

Ketika ditanya berapa biaya untuk operasi Hernia Jumin, dengan tertundukKarmini menyebutkan bahwa untuk biaya perobatan anaknya sebesar Rp. 7 juta.

“Biaya operasinya diperkirakan Rp. 7 jutaan dan kami tidak mampu karenakami tidak memiliki uang sebesar itu” katakamini seraya berharap keluarganyabisa mendapat kartu Jankesmas atau Kartu Indonesia Sehat yang digulirkanPresiden untuk masyarakat miskin sepertinya.

Namun harapan itu tampaknya tidak akan tercapai,karena  penerima kartu Jankesmas maupun Kartu IndonesiaSehat tidak pernah didapatkannya karea disinyalir kartu ini hanya didapati olehorang-orang tertentu  dan tidak sampaikepada orang miskin yang benar-benar membutuhkan seperti keluarga Tumini.Buktinya meski berharap namun keluarga ini tidak pernah didata apalagi diberikartu yang diharapkan, karena untuk mengandalkan Surat Keterangan Tidak Mampu(SKTM) sekarang ini sudah tidak berlaku.

“Kami perah disarankan untuk masuk program BPJS agarpenyakit Hernia Jumin bisa dioperasi dengan biaya ringan, tapi rasanya jugatidak mungkin, karena untuk mengikuti proram ini semua nama yang tercantumdalam Kartu Keluarga (KK) sebanyak 6 orang harus didaftar menjadi peserta BPJSda biaya iuran setiap bulannya harus dibayar, sementara BPJS hanya menanggungbiaya operasi Hernia Jumin hanya sebesar 50% dari biaya perobatan, dengankenyataan ini kami rasaya tidak sanggup, jangankan untuk menanggung separuhdana operasi, untuk membayar iuran bulanan terendah saja sebanyak 6 orangdikalikan Rp. 25 ribu menjadi Rp. 156 ribu perbulan jadi kami tidak sanggup,belum lagi menanggung hutang bank 2 juta perbulan” ujar Tumini dengan mataberkaca-kaca sembari menyebutkan gaji suaminya sebagai supir hanya sebesar Rp.1.3 juta perbulan.

Masih dengan isak tangis, Kamini berharap adanyauluran tangan dari para dermawan ataupun pemerintah untuk membantu penyembuhanHernia yang diderita anaknya itu sejak bayi, apalagi kini Jumin sudah menjelangremaja dan akan duduk di bangku SMP.

“Saat ini kami hanya bisa berharap ada uluran tangandari para dermawan ataupun pemerintah untuk membantu penyembuhan putra kamiini, karena saat ini putra kami sudah menjelang remaja, kadang kami menangismelihat kenyataan ini, apalagi ketika mendengar Jumin menangis menahankan sakityang dideritanya”

(Mt/Ibnu)


Tag:

Berita Terkait