Matatelinga.com, Bagaimanapun, orang tua akan selalu berjuang demi anaknya, sekalipun nyawa taruhannya. Apalagi jika sang anak sakit, pasti orang tua akan mati-matian mencari biaya untuk perobatannya. Terlepas benar atau tidak, begitulah pengakuan Darius Simbolon ,40,, penduduk Jalan Perkutut, Medan Helvetia.Pria yang sehari-hari sebagai buruh angkut ini, nekat mencuri aki mobil di tempatnya bekerja, tak jauh dari kediamannya. Bukan tanpa sebab, Darius mencuri karena terpaksa tak punya uang untuk mengobati anaknya yang sedang sakit (demam tinggi).Namun naas, ulah pria yang mengidap stroke pada lengan kanannya ini harus berakhir ditangan polisi. Pasalnya, bos di tempatnya bekerja, A Pulungan ,52, tak terima dan melaporkan ke Polsek Medan Helvetia. Senin (3/8/2015) siang, Darius pun diserahkan A Pulungan ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.Menurut pengakuan Darius ketika diwawancarai wartawan di Mapolsek Medan Helvetia, ia mengaku terpaksa melakukan aksi pencurian itu lantaran butuh uang. Pasalnya, hampir beberapa hari terakhir, anak bungsunya dari lima bersaudara ini yang masih berusia 3 tahun mengalami sakit-sakitan. Untuk itu, karena tak memiliki pekerjaan lain menambah uang pemasukan, ia pun nekat melego aki mobil aki mobil milik majikannya."Sebelum mencuri, saya sempat pinjam uang sama majikan tapi dibilangnya enggak ada uang masuk. Dan saya pun enggak enak mau pinjamnya," aku Darius di halaman Mapolsek Medan Helvetia.Merasa kebingungan dan panik karena anaknya sakit hingga tak tahu lagi kemana mencari uang pinjaman, Darius pun melihat kesempatan di tempat kerjanya. Karena kebetulan sepi, ia pun nekat mengambil aki mobil. Selanjutnya, aki tersebut dijual kepada seseorang seharga Rp 300 ribu."Aki itu saya jual sama orang di dekat rumah saya Rp 300 ribu dan uangnya untuk biaya mengobati anak saya. Rupanya, orang yang saya jual batere (aki) itu ternyata masih ada masih saudara sama majikan saya. Jadi, saya dilaporkan ke majikan dan akhirnya dibawa ke kantor polisi," jelas pria berkumis yang mengenakan baju kaos bergambar jam gadang ini.Darius menuturkan, dirinya sangat menyesal dan tak menyangka telah melakukan aksi pencurian. Apalagi sampai harus berurusan dengan polisi. Sebab, dirinya menjadi tulang punggung yang membiayai istri dan kelima anaknya."Kalau nyesal pasti menyesal lah, padahal saya cuma mau cari uang untuk beli obat anak saya, bukan untuk yang lain. Jadi, saya bermohon agar majikan saya mau bermurah hati secara damai saja," tuturnya.Sementara itu, A Pulungan, yang mendapat kabar jika pekerjanya telah ditangkap polisi tampak berang di Mapolsek Medan Helvetia. "Kok dicuri pula baterai itu, ada-ada aja," ujarnya kepada Darius sembari masuk ke dalam ruang penyidik.Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Ronni Bonic yang dikonfirmasi mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan korban. "Masih didalami kasunya, anggota sedang memeriksanya," kata Ronni.(Mt)