Matatelinga.com, Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Sumatera Utara ke XIII versi Munas Jakarta yang digelar di Hotel Candi, Jalan Darussalam, Kecamatan Sunggal berakhir ricuh, Sabtu (15/8/2015) sore.Bahkan Ketua Panitia, Mara Sutan diboyong petugas ke Polsekta Sunggal, karena dianggap pemicu terjadinya kericuhan. Informasi didapat Mara Sutan masih menjalani pemeriksaan."Iya, dia (Mara Sutan) masih kita periksa," ujar seorang petugas Polsek Sunggal saat ditanya wartawan.Buntut dari digelarnya musda akal-akalan ini membuat ratusan kader KNPI dari beberapa DPD Kabupaten/Kota di Sumutmembubarkan pelaksanaan Musda yang dituding ilegal tersebut.Panitia pelaksana Musda, Mara Sutan juga nyaris menjadi bulan-bulanan ratusan kader KNPI yang mengamuk. "Apa kau? Jangan kau pecah belah pemuda di Sumut ini ya," kata ratusan pemuda yang mendatangi lokasi Musda.Situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah sejumlah petugas dari Polsek Sunggal dan TNI yang sudah stand by (siap-red) sejak pagi di lokasi musda. Sementara, petugas kepolisian meminta agar Musda yang digelar dihentikan, guna menghindari hal- hal yang tidak diinginkan.Usai membubarkan pelaksanaan Musda itu, spanduk Musda yang terpasang di sepanjang Jalan Darussalam dan sekitar lokasi musda dicopot.Bukan itu aja, papan bunga ucapan selamat atas pelaksanaan Musda juga diputar balik. Musda yang seyogyanya digelar tersebut adalah merupakan kubu KNPI versi Munas Jakarta, Fahd A. Rafiq. Sementara, KNPI yang legal adalah KNPI kubu kongres di Papua yang dipimpin Muhammad Rifai Darus."Yang jelas, sampai saat ini yang diakui kongres KNPI di Papua, yang dipimpin Muhammad Rifai Darus. Jadi jangan mereka datang mengobok-obok KNPI di Sumut. Tidak ada dualisme KNPI, baik di Sumut maupun KNPI di kabupaten/kota," ujar Sekretaris KNPI Medan, Khairuddin Aritonang dan Pengurus Sapma PP Sumut, Syaiful Sambas kepada wartawan.Menurut mereka, pembubaran dilakukan karena pelaksanaan Musda tersebut tidak mendapat izin dan illegal."Musda tak bisa dipertanggung jawabkan karena pesertanya fiktip. Kami (OKP) ini kan stakeholder di KNPI masa kami tak diundang dan tidak dilibatkan. Katanya kita di undang, rupanya gak ada diundang. Yang mereka (panitia) undang, yang tak jelas," bebernya.Bukan itu aja sebut Syaiful, kegiatan yang nereka gelar ini tidak mencerminkan wajah KNPI sebagai wadah pemuda,"KNPI itu santun dan intelektual. Bukan sebaliknya," cecarnya.Kami menolak Musda KNPI Sumut versi Jakarta yang di ketuai fadh El Fouz Arafiq dimana munas ini. "KNPI yang legal adalah di bawah naugan Ketua M. Rafai Darus saat dilakukannya Musda di Papua yang ditandatangani oleh Menkumham," ungkapnya.Ketua KNPI Nias, Fansolidaci kepada wartawan dilokasi mengatakan, meminta agenda Musyawarah Daerah (Musda) yang diselenggarakan segera dibubarkanMenurut Fansolidaci, kegiatan Musda yang diselenggarakan panita tidak berdasarkan AD/ART KNPI Sumut. Dimana tidak ada pemberitahuan kepada para pimpinan KNPI di 27 Kab/Kota yang ada di Sumatera Utara sebelumnya. "Tidak ada pemberitahuan kepada kami sebelumnya mengenai kegiatan Musda yang dilaksanakan di Hotel Candi ini,"tuturnya.Dia menilai, kegiatan yang diselenggarakan panitia cacat hukum dikarenakan tidak ada persetujuan dari 27 Kab/Kota Se-Sumatera Utara. "Jelas Musda kali ini kami tolak karena illegal," ujarnya.Hal yang sama juga dilontarkan Ketua DPD KNPI Kabupaten Langkat, Heri Widianto. Heri menuturkan, dengan adanya Musda versi Jakarta akan membuat organisasi kepemudaan yang ada di Sumatera Utara pecah. "Kegiatan Musda di Hotel Candi terselenggara akan membuat kader-kader pemuda di Sumatera Utara pecah. Dan aksi yang kami lakukan untuk menyelamatkan pemuda di Sumut sehingga tidak terjadi perpecahan atau Dualisme,"terangnya."Kami dari Kabupaten Langkat jelas menolak Musda yang dilaksanakan di Hotel Candi karena akan menimbulkan perpecahan,"ungkapnya.Pantuan dilokasi terlihat beberapa personil polisi berpakian preman berjaga-jaga di sekitar lokasi hotel. Diseberang hotel, terlihat beberapa personil Brimob berpakian dinas yang berdiri didekat mobil truk Brimob yang di kaca depannya tertulis Pelopor A.Begitu juga beberapa anggota TNI dan POM berpakian dinas berjaga disekitar lokasi musda. Sejumlah pemuda masih melakukan kosentrasi massa di beberapa titik di sekitar lokasi musda.(Mt)