Matatelinga.com, Akibat melemahnya tukaran rupiah terhadapdolar AS , seluruh pengusaha pembuatan Tahu dan Tempe dikawasan Medan Utara nyaris gulung tikar karena bahanbakunya Kacang Kedelai ini ikut merangkak naik dan akibatnya para pengusahterpkasa memangkas produksinya .
Hal tersebut dikatakan pengusaha Tahu ,Wagimin alias Aseng warga Jalan Rumah Potong Hewan Lingkungan X Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli danKarmin yang telah puluhan tahun menggeluti usaha membuat Tahu untukmemenuhi kebutan rumah tanggaya, Rabu (27/8/2015).
Seja dolar AS naik menjadi Rp 14.000rdolarnya berimbas keharga Kacang Kedelai , sewaktu dolar AS belum naik hargaKacang Kedelai perkilonya Rp 6500 dan setelah dolar naik maka KacangKedelai ikutnaik menjadi Rp 7000 perkilonya .
Kami disini para pengusaha Tahu setiapharinya membutuhkan Kacang Kedelai sebanyak 300 kilo , karena harga Kacangsudah mulai naik maka kami memangkasnya dengan cara membeli Kacang Kedelai sebanyak 250 kilosetiap hari dan dengan cara memperkecil potongan tahunya .
Hal seperti ini terpaksa kami lakukan agarusaha kami bisa berjalan , sedangkan utang kami sudah menumpuk di Bank dankemungkinan usaha kami ini akan tutup dan peralatannya akan disita oleh Bankkarena tidak bias menutupi utang utang kami .
Usaha kami ini sudah puluhan tahun berjalandengan memperkerjakan 9 orang pegawai , itupun para pegawai yang kerja disinimasih ada hubungan keluarga / Famili sehingga para pekerja itu tidak banyaktuntutannya .
Lain lagi pengusaha Tempe dikawasan MedanMarelan , Surti , sejak dolar naik kami menjadi kewalahan karena Kacang Kedelaiitu kan yang diimpor maka harganya ikut naik pula . Untuk mensiasatinya terpaksatempanya kami buat ukuran kecil dengan harga yang sama dan bila harga tempenyakami naikkan maka dikawatirkan tempe kami tidak akan laku .
Para pengusaha Tahu dan Tempe dikawasan MedanDeli dan Medan Marelan berharap kepada Pemerintah agar harga Kacang Kedelaitersebut disetabilkan seperti sedia kala sehingga para pengerajin Tahu danTempe tidak menutup usahanya.(Mt/Hendrik)