Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pengusaha Tempe dan Tahu “Gulung”tikar

Pengusaha Tempe dan Tahu “Gulung”tikar

Admin - Rabu, 26 Agustus 2015 19:28 WIB
Hendrik Rompas
Matatelinga.com,   Akibat melemahnya tukaran rupiah terhadapdolar AS , seluruh pengusaha pembuatan Tahu dan Tempe dikawasan Medan Utara nyaris gulung tikar karena bahanbakunya Kacang Kedelai ini ikut merangkak naik dan akibatnya para pengusahterpkasa memangkas produksinya .

Hal tersebut dikatakan pengusaha Tahu ,Wagimin alias Aseng warga Jalan Rumah Potong Hewan Lingkungan X  Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli danKarmin yang telah puluhan tahun menggeluti usaha membuat Tahu untukmemenuhi  kebutan rumah tanggaya, Rabu (27/8/2015).

Seja dolar AS naik menjadi Rp 14.000rdolarnya berimbas keharga Kacang Kedelai , sewaktu dolar AS belum naik hargaKacang Kedelai perkilonya Rp 6500 dan setelah dolar naik maka KacangKedelai ikutnaik menjadi Rp 7000 perkilonya .

Kami disini para pengusaha Tahu setiapharinya membutuhkan Kacang Kedelai sebanyak 300 kilo , karena harga Kacangsudah mulai naik maka kami memangkasnya dengan cara  membeli Kacang Kedelai sebanyak 250 kilosetiap hari dan dengan cara memperkecil potongan tahunya .

Hal seperti ini terpaksa kami lakukan agarusaha kami bisa berjalan , sedangkan utang kami sudah menumpuk di Bank dankemungkinan usaha kami ini akan tutup dan peralatannya akan disita oleh Bankkarena tidak bias menutupi utang utang kami .

Usaha kami ini sudah puluhan tahun berjalandengan memperkerjakan 9 orang pegawai , itupun para pegawai yang kerja disinimasih ada hubungan keluarga / Famili sehingga para pekerja itu tidak banyaktuntutannya .

Lain lagi pengusaha Tempe dikawasan MedanMarelan , Surti , sejak dolar naik kami menjadi kewalahan karena Kacang Kedelaiitu kan yang diimpor maka harganya ikut naik pula . Untuk mensiasatinya terpaksatempanya kami buat ukuran kecil dengan harga yang sama dan bila harga tempenyakami naikkan maka dikawatirkan tempe kami tidak akan laku  .

Para pengusaha Tahu dan Tempe dikawasan MedanDeli dan Medan Marelan berharap kepada Pemerintah agar harga Kacang Kedelaitersebut disetabilkan seperti sedia kala sehingga para pengerajin Tahu danTempe tidak menutup usahanya.

(Mt/Hendrik) 


Tag:

Berita Terkait