Matatelinga.com, Tiga perampok dengan modus mengaku sebagai anggota polisi kembali beraksi. Kali ini dialami seorang gadis berinisial N ,21 yang mengaku telah dirampok oleh tiga orang yang mengaku oknum aparat di Jalan Karya Ujung, Kecamatan Sunggal.
Dengan kejadian tersebut, korban mendatangi Polsek Sunggal, Jumat (4/9/2015). Warga Jalan Snafu, Gang Rukun, Kecamatan Medan Selayang itu menceritakan kepada petugas SPKT, bahwa kejadian bermula saat dirinya dijemput oleh salah seorang pelaku yang dikenalnya, ketika berada di rumahnya.
“Saya dijemput ketiga pria itu dari rumah. Saya hanya mengenal si W, kenalan saat nongkrong di salah satu warkop di Medan Baru,” ungkap korban.
Selanjutnya korban diancam dengan senjata jenis pistol dan dimasukkan ke dalam Mobil Toyota Avanza BK 1750 JB dengan tuduhan terlibat narkoba.
“Saat itu saya dipaksa masuk ke dalam mobil. Dihadapan abang saya Beni ,23, mereka mengatakan kalau saya terlibat jaringan narkoba. Karena mereka membawa senjata, abang saya tidak berani bertindak,” ujarnya.
Setelah berada di mobil, korban langsung dibawa ke salah satu bangunan kosong di Jalan Karya Ujung. Di sana, korban kembali diancam dengan senjata api dan dipaksa untuk membuka seluruh pakaiannya, hingga korban telanjang.
Selanjutnya, pelaku menguras harta benda korban berupa 1 unit handphone merek Samsung dan uang Rp 50 ribu.
"Kata mereka saya terlibat jaringan narkoba, padahal tidak ada. Mereka memaksa untuk membuka pakaian saya dan mengambil barang-barang saya," ujarnya.
Setelah melucuti harta benda korban, ketiga pelaku sempat menyekapnya selama delapan jam di lokasi, hingga ahirnya pelaku mengantarkan korban sampai di depan gang rumahnya. Setelah itu pelaku langsung pergi.
Akibat peristiwa itu korban trauma dan sempat syok, sehingga laporannya sempat tertunda.
Lanjut korban,“kejadiannya Sabtu (29/8) lalu. Setelah koordinasi dengan keluarga, baru hari ini kita resmi membuat laporan,” jelasnya.
Kapolsek Sunggal Kompol Harry Azhari Melalui Kanit Reskrim Iptu Nur Istiono membenarkan menerima laporan korban dan kasusnya sedang kita selidiki.
(Mt)