Matatelinga.com, Bila anda pergi meninggalkan rumah, harus benar benar memastikan apa benar sudah terkunci dengan rapi. Sebab, kawanan pelaku sengaja memantau gerak gerik pemilik rumah meskipun di pagi hari.Seperti yang dialami seorang ibu rumah tangga dan anaknya disekap dan ditodong dengan senjata tajam oleh kawanan pelaku saat masuk kedalam rumah , usai mengantarkan anak sekolah dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal, Selasa (15/9/2015) siang.Kawanan perampok bersenjata beraksi di rumah Juliana Pane ,40, istri dari seorang pemborong di Komplek Palem Kencana, Jalan Medan-Binjai KM 12 Blok Q No. 18, Selasa (15/9/2015) pagi.Tak hanya menggasak harta benda, pelaku juga menyekap korban dan anaknya. Tetapi, pelaku tak melukai korban. Usai beraksi, pelaku kemudian kabur. Mirisnya, pelaku yang nekat menyekap korban dan anaknya hanya berhasil membawa dua unit handphone karena tak menemukan uang atau perhiasan.Berdasarkan pengakuan korban yang ditemui di Mapolsek Medan Sunggal saat membuat pengaduan, perampokan sekaligus penyekapan itu terjadi disaat ia baru saja mengantar anak-anaknya ke sekolah. Setibanya di rumah, ia kemudian hendak membereskan kamar anaknya yang berada di lantai 1."Jadi, pas sampai rumah saya naik ke atas mau bereskan kamar anak saya. Lalu, pas di kamar rupanya perampok itu langsung menodongkan pisau ke leher saya," ungkap ibu empat anak ini.Dikatakan Juliana, saat dibawah ancaman mau dibunuh ia hanya bisa pasrah dan menuruti permintaan pelaku. "Mana uang, mana uang? Saya bilang enggak ada, kalau enggak percaya kau cari aja," ucap korban menirukan perkataan pelaku.Karena enggak percaya, lanjut Juliana, pelaku kemudian menyekap dan mengikat di kamar anak kedua dan ketiganya. "Karena saya bilang enggak ada uang, dia langsung menyekap dan mengikat saya di kamar ittu. Mulut saya disekap pakai dasi pramuka anak saya dan tangan diikatnya pakai baju," jelasnya.Setelah diikat, sambung Juliana, pelaku langsung masuk ke kamar anaknya yang pertama. Lantaran tak menemukan barang berharga pelaku turun ke bawah dan masuk ke dalam kamarnya."Pas dibawah, dia melihat anak saya yang paling kecil, perempuan. Lalu dia membawa dan menyerahkan kepada saya sembari berkata diam dan jangan coba-coba teriak. Setelah itu, dia turun ke bawah dan mengambil barang yang ada di kamar saya," terangnya.Lebih lanjut dikatakan Juliana, setelah satu jam kemudian ia akhirnya berhasil melepaskan ikatan ditangan serta bekapan dimulutnya dengan bantuan anak bungsunya. Karena masih trauma dan syok, ia tetap di kamar itu sembari memeluk anaknya.Setengah jam kemudian, ia pun memberanikan diri turun ke bawah untuk melihat kondisi kamarnya. Ternyata, kamarnya dalam kondisi berantakan dan dua unit handphone jenis BlackBerry serta Samsung telah raib dibawa pelaku."Pelakunya hanya satu orang, dengan ciri berbadan kurus memakai sebo. Dia masuk melalui pintu atas. Soalnya, sekitar jam 4 subuh sempat mendengar suara gaduh. Tetapi karena tak curiga saya pikir hanya kucing," tuturnya.Diutarakan Juliana, ia tinggal di rumah hanya bersama empat anaknya. Sementara suaminya bekerja sebagai pemborong di Aceh. "Kalau pagi ya hanya berdua aja sama anak yang paling kecil, sedangkan tiga anak saya sekolah semua (SD, SMP dan SMA)," ucapnya.Ia berpendapat, pelaku sepertinya sudah melakukan pengintaian sebelumnya karena tahu kondisi sepi di rumahnya. "Kayaknya dia enggak mungkin sendiri, pasti sama kawannya. Dan, kawannya menunggu diluar. Soalnya, kalau dia sendiri pasti ketangkap tetangga di rumah," tukas Juliana.Sementara itu, Kapolsek Medan Sunggal Kompol Harry Azhar yang dikonfirmasi wartawan mengenai kasus ini menyebut pihak sedang mendalami laporan pengaduan korban. Sejauh ini, pihaknya juga telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP)."Anggota sudah turun untuk cek TKP. Saat ini sedang didalami kasusnya untuk mengetahui siapa pelakunya," kata Harry(Fit/Mt)