Matatelinga.com, PelaksanaTugasHarian (Plh) Wali Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis membuka Business Gatheringbertajuk ‘Dialog Paket Kebijakan Ekonomi2015’ di Hotel Arya Duta Medan, Kamis (17/9/2015). Even ini dinilai cukup strategissebagai wadah silaturahmi serta membahas bersama, terutama dari sisiimplementasinya berbagai paket kebijakan ekonomi yang baru-baru ini dikeluarkanpemerintah untuk memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia, khususnya SumateraUtara.
Dialogini menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara, DifiJohansyah sebagai nara sumber bersama Azhar Fauzi Nur dari PT Monex InvestindoFutures, Wahyu Pratomo (Fakultas Ekonomi Univestitas Sumatera Utara) dan akbarJohan (CEO Raja Pindah). Sedangkan Khairul Mahali (CEO Sahara Group) bertindaksebagai moderator.
Melaluidialog ini, Plt Wali Kota berharap dapat membangun komitmen bersama,sinergitas, kemitraan dan kekeuatan bersama guna meningkatkan ekonomi daerah berdasarkan peranmasing-masing. “Bagi saya bersatu padu lebih baik dari pada terus mencari-carikambing hitam siapa yang harus dipersalahkan,” kata Plt Wali Kota.
DiungkapkanSyaiful, akhir-akhir ini perekonomian Indonesia mengalami sedikit kelesuansebagai imbas melemahnya perekonomian global. Oleh karenanya pemerintahmeluncurkan tiga paket kebijakan sebagai respon kondisi ekonomi global yangterus mempengaruhi perekonomian Indonesia.
Pertama,kata Syaiful, mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi,debirokratisasi serta penegakan hukum dan kepastian usaha dengan melakukanpenyederhanaan izin, memeprbaiki prosedur kerja perijinan, peningkatan kualitaspelayanan serta menggunakan pelayanan yang berbasis elektronik.
Selanjutnyayang kedua, ungkapnya, mempercepat implementasi proyek strategis nasionaldengan menghilangkan berbagai hambatan yang ada, sumbatan dalam pelaksanaan danpenyelesaian proyek strategis nasional tersebut. Hal itu dilakukan dengan penyederhaanizin, penyelesaian tata ruang danpenyediaan lahan, percepatan pengadaan barang dan jasa, serta diskresi dalam penyelesaian hambatan danperlindungan hukum.
“Sedangkanketiga, meningkatkan investasi di sektor property untuk mendorong pembangunanperumahan, khususnya untuk masyarajkat berpenghasilan rendah,s erta membukapeluang investasi yang lebih besar di sektor properti,” ungkap Syaiful.
MantanKepala Bappeda Kota Medan ini mencatat, ketiga paket kebijakan yang diluncurkanitu guna mendukung perekonomian nasional dan daerah agar tetap dinamis,memiliki ruang pelaksanaan yang luas di Sumut dan Kota Medan. Hal tersebutdisebabkan baik sektor industri, proyek-proyek strategis, investasi, property,memiliki kegiatan yang cukup penting di Kota Medan, sehingga keberhasilannya diKota Medan dan Sumut akan mempengaruhi secara nasional.
Selebihnyatambah Syaiful, paket kebijakan ini dinilainya cukup efektif untuk menggerakkanroda perekonomian masyarakat. Paket kebijakan ekonomi ini bertujuan untukmenggerakkan kembali sektor riil, yang akhirnya memberikan pondasi bagilompatan kemajuan perekonomian ke depan. Namun diingatkannyam, paket kebijakanini harus diawasi dan gerakkan bersama secara ketat agar berjalan efektif.
“Jangansampai kebijakan ekonomi yang sudah baik ini, gagal mendorong pertumbuhanekonomi hanya karena kurang dilaksanakan secara tepat dan optimal di lapangan.Untuk itu saya mengajak kita smeua, stakeholder bidang ekspor impor, agarmeres;pon paket kebijakan ekonomi secara baik, guna menggerakkan pertumbuhanekonomi Indonesia, khususnya Sumut dan Kota Medan tentunya,” harapnya.
DihadapanKonjen India untuk Kota Medan, Basir Ahmed, pelaku usaha dari Thailand, paraeksportir, praktisi, akademisi serta para undangan lainnya, Syaiful selanjutnyamengajak untuk menafaatkan acara silaturahmi ini agar dapat saling berdiskusi tentangmasalah-masalah yang terkait ekspor dan impor. Termasuk, rencana strategis lainnya sebagai bagian penting meningkatkannilai ekspor secara regional dan nasional.
"Sayapercaya, pemerintah, sektor swasta dan masyarakat akan terus bersatu padu untukmemelihara stabilitas perekonomian kita, sehingga dapat bertahan sebagaimanakita mampu menghadapi krisis-krisis sebelumnya. Sayapercaya, periode yang sulitinuin akan berganti dengan periode yang lebih dinamis dan progresif pada masayang akan datang,” paparnya.(Mtc/Hendra)