Matatelinga.com, Kondisi Ratna sampai sekarang ini sangat memprihatinkan. Bahkan bisa saja memburuk sebab perutnya masih berlubang dengan tiga lubang dan bernanah. Di samping itu keluarganya takut akan infeksi batok kepala Ratna yang masih ditanam dalam perutnyaRatna Hutapea ,21, warga Jalan Percobaan Tanjung Selamat, korban penganiayaan dan perampokan oleh oknum TNI, kini masih menunggu kondisinya fit untuk memindahkan isi tengkorak kepalanya yang berada di perutnya.
Tragedi ini bermula pada Jumat lalu (21/8) di Jalan Setia Budi Gg Nusa Indah II, Kel Simpang Selayang, Kec Medan Tuntungan. Saat itu oknum TNI, Prada S alias Aidil, yang bertugas di Yon Armed 2/105 Delitua, diduga telah merampok dan memukul kepala Ratna dengan batu hingga terjadi pendarahan hebat. Perlakuan keji kepada korban tak berhenti di situ saja, Aidil juga disebut telah memukuli kepala korban dengan tabung gas 3 Kg.
Ayah Ratna, Jhon Hutapeapada Wartawan dikediamannya Minggu,(27/9/2015), mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui kemana lagi harus mengadukan kasus penganiayaan yang dialami anaknya tersebut.
Dia menjelaskan, keadaan anaknya sekarang masih trauma akibat kekerasan tersebut. Sampai kini belum ada keterangan dari pihak Denpom I/5 BB, tentang kelanjutan kasus penganiayaan terhadap anaknya. Keluarganya masih menunggu dan kepastian dari proses yang sudah dijalani.
Sebelumnya pihak Denpom I/5 BB, telah menerima laporan tentang perampokan dan penganiayaan yang dilakukan Prada Sahedil. Dengan bukti laporan bernomor TBLP-05/VIII/2015/I/5, Prada Sahedil telah diamankan pada Senin (24/8) lalu atau 3 hari pasca kejadian.
Polisi Militer juga telah melihat kondisi korban di RSUPH Adam Malik dan pada Rabu (26/8) lalu. Mereka juga mengecek TKP di mana Ratna dirampok dan disiksa oleh Prada Sahedil. Sepeda motor milik Ratna yang dirampok Prada Sahedil yaitu Honda Beat warna biru putih dengan nomor polisi BK 2396 AFL yang masih kredit.
(Mtc)