Matatelinga.com, Matatelinga.com, Beberapa kepala sekolah dilaporkan LSM P3AN (Peduli Pembangunan dan Penyelamat Aset Negara) ke Kepala Dinas Pendidikan dan Sekretaris Daerah (Setda) Audy Murphi Sitorus Selasa (10/11/2015). Kepala sekolah tersebut diantaranya SMP Negeri 3 Laguboti, SMP Negeri 4 Laguboti, SMP Negeri 1 Laguboti dan SMP Negeri 1 Pargaolan Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba Samosir.
Alasan LSM P3AN ini melaporkan kepala sekolah yang bersangkutan, dikarenakan sering tidak masuk dan bahkan sering meninggalkan sekolahnya pada saat jam belajar mengajar berlangsung tanpa alasan yang masuk akal. Laporan ini sendiri diterima oleh LSM P3AN atas laporan guru-guru, orang tua siswa dan siswa sendiri.
Untuk memastikan laporan tersebut, anggota LSM P3AN beberapa kali berkunjung ke sekolah tersebut dan beberapa kali juga tidak pernah bertemu dengan kepala sekolah yang dimaksud. Salah satu contoh SMP Negeri 4 Laguboti, saat ditemui beberapa kali sering tidak di ruangannya dan gurupun tidak mengetahui kemana perginya kepala sekolah tersebut.
Atas kejadian yang sudah berlangsung lama ini maka, LSM P3AN yang diketuai ibu Jojor Marintan Napitupulu, SE mempertanyakan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan Lalo Simanjuntak dan sekaligus melaporkannya. Ibu Jojor M Napitupulu meminta agar kepala sekolah yang bersangkutan ditindak karena sudah diluar kewajaran dan sudah berulangkali melakukan hal yang sama.
Lalo Simanjuntak menanggapi hal tersebut dan mengapresiasi kegiatan pemantauan kepada para kepala sekolah yang nakal. Lalo Simanjuntak juga mengatakan akan menindak kepala sekolah yang tidak memberikan contoh yang baik kepada para guru-guru.
Tanggapan yang sama juga diungkapkan para orang tua siswa. “Kepala sekolahnya harus ditindak karena sering meninggalkan dan bahkan sering tidak datang ke sekolah yang menyebabkan siswa-siswa tidak menentu belajar” ujar K. Siagian.
Harapan orang tua siswa dan guru-guru, semoga kepala sekolah menjadi kepala sekolah yang menjadi panutan dan menjadi contoh buat bawahannya. “Jika kepala sekolah hadir di sekolah, otomatis proses belajar mengajar juga akan berjalan dengan baik”. Ungkap K. Siagian .
(Mtc/Pintro)