Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Supir Pamen Poldasu Diniaya Preman

Supir Pamen Poldasu Diniaya Preman

Admin - Jumat, 13 November 2015 22:55 WIB
google

Matatelinga.com,  “Preman" di Kota Medan tindakan dilapangan mengalahi petugas Kepolisian. Seperti yang dialami supir perwira menengah (pamen) Polda Sumut dianiaya preman di depan sekolah Singapore Internasional Scholl Kompleks Royal Sumatera Jalan Djamin Ginting, hanya gara-gara ke‎ciparatan genangan lumpur, Kamis (12/11).Akibat penganiayaan preman tersebut, korban Maranatha Lase ,24, mengalami luka lembam dibagian wajahnya dan melaporkannya ke Polsek DelituaInformasi Waspada dilapangan, terjadinya penganiayaan tersebut, saat itu  Maranatha mengantar anak dari Kompol Yudiatnis yang berdinas di Labfor Polda Sumut pulang sekolah. Sambil menunggu pulang sekolah, Maranatha menunggu di sekitaran warung dekat sekolah tersebut.Usai jam sekolah, anak Kompol Yudiatnis keluar dari sekolah menuju mobil Toyota Fortuner yang sudah menunggunya. Begitu sang anak masuk ke dalam mobil, Maranatha pun beranjak dari sekolah itu. Namun secara tak sengaja Maranatha melintasi genangan air lumpur hingga cipratan air mengenai meja di warung pelaku.Ternyata pelaku bermarga Tarigan ,40, selaku pemilik warung tak senang dengan cipratan air lumpur yang mengenaiI mejanyau. Lantas, Tarigan mengejar Maranatha yang mengendarai Toyota Fortuner dan memberhentikannya. Tarigan menyuruh Maranatha agar kembali ke warungnya untuk membersihkan meja tersebut.Saat membersihkan meja, tiba-tiba Tarigan langsung memukuli Maranatha hingga wajahnya babak belur. Usai membersihkan dengan kondisi wajah lembam, Maranatha meminta maaf kepada Tarigan. Alhasil Maranatha meninggalkan warung pelaku. Merasa tak senang, Maranatha membuat laporan resmi ke Polsekta Deltiua.Di Polsekta Delitua, Maranatha mengakui bahwa ia dianiaya oleh preman hingga wajahnya lembam membiru. "Aku enggak sengaja bang melintasi genangan air. Rupanya cipratan air lumpur tadi kena ke meja warung pelaku. Nah pas mau kubersihkan malah dipukulinya aku. Setelah kubersihkan aku minta maaf tapi pelaku enggak terima. Habis itu barulah aku pulang ke rumah majikan," ujar Maranatha di Polsekta Delitua, Jumat (13/11/2015) siang.Tambah korban, dia sempat memperhatikan ciri-ciri pelaku yang memukulinya itu. "Sempat kuperhatikan ciri-cirinya bang. Berperawakan kurus, mata cekung kayak pemakai narkoba, sehari-harinya pakai baju kaos putih lusuh dan dibahunya ada tato. Nah dari informasi warga si pelaku ini juga suka main judi di warungnya itu," beber Maranatha lagi.Tempat terpisah, Kapolsek Delitua AKP Daniel ketika dikonfirmasi membenarkan menerima pengaduan adanya penganiayaan terhadap supir seorang periwa Polri kemarin."Iya benar. Kejadiannya supir enggak sengaja melintasi genangan air dengan mobil. Nah genangan air tadi mengenai meja warung pelaku. Pelaku enggak senang dan melakukan penganiayaan terhadap supir tersebut

 

(Mtc)


Tag:

Berita Terkait