Matatelinga.com, Kepala Kepolisian Resor Kota Medan, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, personel polisi yang diturunkan untuk pengamankan unjuk rasa buruh pada Selasa (24/11/2015) mencapai 1352 personel polisi.
"Personel yang diturunkan untuk pengamanan unjuk rasa buruh mencapai 1351 untuk ditempatkan diberbagai kawasan seperti DPRD Provinsi Sumut dan DPRD Kota Medan," katanya melalui pesan singkat, Senin (23/11/2015).
Ia menuturkan, personel polisi juga akan diamankan diberbagai kantor pemerintahan seperti Kantor Wali Kota Medan dan Kantor Gubernur Sumatera Utara. Sebelumnya, personel sudah melakukan simulasi pengamanan demo buruh di Kantor Gubernur Sumut.
"Sebelumnya ada simulasi pengamanan, kita harapkan demo buruh berlangsung aman dan kondusif," ujarnya.
Pada pemberitaan sebelumnya, dua kelompok Aliansi Buruh dan Pekerja di Sumut akan melumpuhkan aktivitas industrial di Sumut. Mereka akan ikut dalam rencana aksi mogok nasional,mulai hari ini, Selasa (24/11/2015) sampai Jumat (27/11/2015).
Dua gabungan serikat pekerja/serikat buruh tersebut adalah, Aliansi Buruh Sumut (ABS) yang tergabung di dalamnya 10 elemen serikat pekerja. Dan satu lagi, Gabungan Aliansi Pekerja Buruh Sumatera Utara Melawan (GAPBSUM). Yang didalamnya bergabung 35 elemen serikat pekerja.
Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut, Minggu Saragih mengatakan, pertemuan dengan Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, kemarin tidak lantas membuat buruh berhenti berjuang menaikkan UMP Sumut.
"Kita tetap mogok nasional tanggal 24 sampai 27 November. Saat pertemuan dengan Gubernur kemarin, kita juga tetap tegas menolak UMP Sumut," ujar Minggu Saragih.
(Mtc)