Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Sebastian Tantang Poltakro Transfaran Mengenai APBD

Sebastian Tantang Poltakro Transfaran Mengenai APBD

Admin - Minggu, 29 November 2015 18:16 WIB
Matatelinga.com

Matatelinga.com,  Surat pernyataan atau janji politik yang dibacakan Sebastian Hutabarat pada saat kampanye akbar di lapangan Sisingamangaraja Balige Sabtu ( 28/11/2015) tidak terlaksana.  Dihadapan puluhan ribu simpatisan dan partai pengusung, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2 (dua) ini Ir. Poltak Sitorus dan Robinson Tampubolon SH tidak mau menandatangi surat yang diajukan tersebut.

Alasan Poltakro tidak mau menandatangani janji politik tersebut  karena masyarakat yang hadir jauh  lebih tinggi nilainya dari pada surat yang ditanda tangani dihadapan notaris.

Mendengar hal tersebut, Tahan Panggabean meminta Poltakro untuk tidak menandatangani perjanjian itu  karena isi dari perjanjian hanya dilakukan pihak Sebastian Hutabarat. Poltakro meminta pihak anggota DPRD  untuk menilai, karena mereka yang lebih paham mengenai delik hukum perjanjian tersebut yang seharusnya dibuat bersama-sama.

Beberapa isi dari janji politik tersebut mengenai UU No. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik yang menginginkan anggaran dipemerintahan kabupaten Tobasa dipublikasikan di papan informasi dan di website pemerintah kabupaten  Toba Samosir seperti yang dilakukan Jokowi saat menjadi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sebastian juga menyinggung UU No 5 Tahun 2015 tentang ASN (Aparat Sipil Negara) dan UU No 30 Tahun 2014 tentang administrasi Pemerintahan.

Sebastian Hutabarat juga dengan sangat tegas menanyakan kesediaan Poltakro untuk memberantas mafia mark-up anggaran disetiap dinas pemerintah daerah kabupaten Toba Samosir dan suap untuk pengisian jabatan di pemerintahan. “Jika Poltakro melenceng atau ingkar janji dari pernyataan tersebut maka, mereka harus mundur dari jabatannya”ungkap Sebastian.

Atas pembacaan janji politik tersebut massa dan simpatisan yang hadir bertepuk tangan dan menyambut gembira hal tersebut, namun mereka kecewa karena Poltakro tidak bersedia menandatangani perjanjian yang diajukan Sebastian Hutabarat.

Harapan Sebastian Hutabarat agar Poltakro  menandatangi perjanjian tersebut akhirnya kandas, karena pasangan calon bupati tersebut menolak.

Sebastian Hutabarat adalah salah satu photografer terkenal di Tobasa sekaligus pemilik Toba Art Balige. Beliau pindah dari Bandung dan membuka usaha percetakan dan sejenisnya di Tobasa. Sebastian terkenal sangat vokal mengkritisi pemerintah Tobasa dan juga perusahaan-peusahaan yang tidak berpihak dengan kepada kepentingaan masyarakat dan lingkungan. Beliau juga pernah mengkritisi pemerintah tentang bebasnya  truk-truk  pengangkut kayu yang merusak jalan karena kelebihan tonase.

 

(Mtc/Pintor)


Tag:

Berita Terkait