Matatelinga.com, Mega proyek Podomoro City di Jalan Putri Hijau/ Guru Patimpus Kel. Kesawan, Medan Barat kembali menelan korban jiwa. Kali ini, tiga pekerja bangunan dikabarkan tewas disaat mengerjakan salah satu proyek yang bakal dijadikan superblok, mal dan hotel itu, Jumat (4/12) tengah malam.Ketiga pekerja yang diduga tewas tersebut belum diketahui pasti identitasnya. Begitu juga jenazahnya disemayamkan dimana. Namun, disebut-sebut tiga pekerja yang diduga tewas itu berasal dari Pulau Jawa.Pihak Podomoro City terkesan bungkam dan berusaha menutupi insiden kecelakaan kerja yang ketiga kalinya itu. Petugas sekuriti yang berjaga di pintu samping (Jalan Guru Patimpus) proyek tersebut melarang masuk awak media, Sabtu (5/12) siang sekira pukul 15.00 WIB. Bahkan, dua petugas Identifikasi Satuan Reskrim Polresta Medan yang tak berapa lama datang juga tak diperkenankan masuk.Meski begitu, sejumlah personel Polsek Medan Barat yang datang lebih awal sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengendarai dua mobil patroli sempat masuk. Beberapa petugas terlihat hilir-mudik di areal mega proyek tersebut. Selanjutnya, sekira pukul 15.30 WIB dua dari sejumlah petugas Polsek Medan Barat keluar dari lokasi proyek. Keduanya langsung masuk ke dalam dua mobil patroli yang terparkir di depan pintu samping.Salah seorang dari dua petugas Polsek Medan Barat yang sempat diwawancarai membenarkan adanya tiga pekerja yang tewas. Akan tetapi, petugas berpangkat brigadir polisi kepala itu tak berbicara banyak. "Ada yang tewas memang, tiga orang. Tapi untuk lebih jelasnya langsung dengan pimpinan aja," ucapnya yang kemudian buru-buru pergi.Penyebab tewasnya ketiga pekerja yang belum diketahui identitas ini masih simpang siur. Ada yang menyebutkan para pekerja tewas akibat tertimpa material bangunan disaat bekerja mengerjakan lantai 13 dan 14. Sedangkan kabar lain, korban tewas disebabkan karena bangunan di lantai 6 amblas atau roboh."Kurang tahu pasti meninggalnya gimana. Tapi, memang benar ada yang meninggal tadi malam (Jumat, red). Soalnya, sebelum kerja pagi tadi (Sabtu, red) kami dikumpulkan untuk briefing," sebut salah seorang pekerja yang memakai kaos dan helm proyek warna putih saat diwawancarai di depan pintu samping.Menurut pekerja yang tak mau menyebutkan namanya ini, proyek Podomoro City tersebut bekerja selama 24 jam. Pekerja proyek dibagi tiga shift, pagi, siang dan malam. "Kalau yang bekerja 24 jam, ada tiga shift. Kebetulan saya masuk pagi, jadi sorenya sudah pulang," ucapnya sembari pergi.Kapolsek Medan Barat AKP Vicktor Ziliwu yang dihubungi semula tak mengangkat ponselnya. Namun, saat dihubungi kembali Victor mau mengangkat selulernya dan mengaku masih melakukan penyelidikan. "Kita masih menyelidiki korban dirawat dimana," ujarnya singkat yang memutus sambungan ponselnya.Berdasarkan data yang dihimpun wartawan dilarang , insiden kecelakaan kerja di proyek Podomoro City ini sudah tiga kali terjadi. Pertama, pada 25 Agustus 2014 lalu dengan korban empat orang dan dua di antaranya tewas. Kedua, pada 8 Juni 2015, yang memakan korban seorang pekerja.
(Mtc)