Matatelinga.com, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan melakukan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara pilkada di Tiara Convention Center, Medan, Rabu (16/12/2015). Seperti hasil sementara pasangan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution menang telak dalam pemilihan dengan rekor golput tertinggi.
"Hari ini kita melakukan rekapitulasi hasil pemilihan wali kota dan wakil wali kota Medan. Penetapan pemenang kita lakukan nanti malam," kata Pandapotan Tamba, Komisioner KPU Medan di Hotel Tiara Hasil pilkada yang telah ditetapkan: pasangan nomor urut 1 Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution memperoleh 346.406 suara atau 71,72 persen dari 483.014 suara sah. Sementara rival mereka Ramadhan Pohan - Eddie Kusuma hanya memperoleh 136.608 atau 28,28 persen. Dalam pilkada ini terdapat 24.336 suara tidak sah. Jumlah itu mencapai 5,04 persen dari total 507.351 pemilih yang menggunakan haknya. Angka partisipasi 507.351 pemilih menjadi catatan tersendiri dalam pilkada kali ini. Jumlah itu hanya 25,56 persen dari jumlah pemilih yang terdata dalam DPT yaitu 1.985.096 pemilih. "Pengguna hak pilih memang hanya sekitar 25,5 persen, sisanya tidak memilih," imbuh Pandapotan. Jumlah warga yang tidak menggunakan hak pilihnya mencapai 1.477.745. Jumlah itu 74,44 persen dari DPT. Persentase ini boleh jadi angka golput tertinggi pada pilkada kali ini. Hasil pleno rekapitulasi penghitungan suara ini tidak ditandatangani saksi dari pasangan Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma. "Untuk saksi pasangan nomor urut 2 tadi sempat hadir, namun keluar tanpa memberitahu kita," jelas Pandapotan. Pilkada Kota Medan hanya diikuti dua pasang calon, yaitu pasangan nomor urut 1, TvDzulmi Eldin-Akhyar Nasution, dan pasangan nomor urut 2, Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma. Mereka akan memperebutkan 1.985.096 suara pemilih yang terdata dalam DPT. T Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution diusung PDIP, Golkar, Nasdem, PKS, PKPI, PAN dan PBB. Sementara itu, Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma didukung Partai Demokrat, Gerindra dan Hanura.
Dzulmi Eldin merupakan calon petahana karena sebelumnya dia menjabat Wali Kota Medan. Sementara Ramadhan Pohan adalah mantan anggota DPR yang juga elite Partain Demokrat.
(Mtc)