Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
DPC Perindo Medan Minta Polisi Ungkap Otak Pelaku Pembunuhan Gidion

DPC Perindo Medan Minta Polisi Ungkap Otak Pelaku Pembunuhan Gidion

Admin - Minggu, 20 Desember 2015 23:03 WIB
google

Matatelinga.com,  Pelaku pembunuhan terhadap Gidion Ginting ,44, Ketua Partai Perindo Medan Johor yang dianiaya hingga tewas mulai terungkap. Disebut-sebut, pelaku melibatkan dua oknum aparat, yaitu polisi dan TNI. Oknum polisi yakni Bripka JPS, sedangkan oknum TNI adalah Kopda LS. Keduanya diduga kuat memukuli korban hingga meregang nyawa.Abang kandung korban, Jere Pelita Ginting ,46, mengakui keluarganya telah mengetahui keterlibatan kedua oknum aparat tersebut dari para pedagang di Pusat Pasar Medan."Sepertinya ada orang yang menyuruh menghabisi nyawa adik saya, dan ini berlatar permasalahan dendam. Jadi, kami minta polisi tegas dan segera menangkap otak pelakunya," ujar Jere saat ditemui di rumah duka, Jalan Luku I Ujung No. 9, Kwala Bekala, Medan Johor, Sabtu (19/12) siang.Dikatakannya, polisi yang menangani kasus ini diharapkan profesional dan tidak memandang status. Karena, di mata hukum siapapun pelakunya mendapat perlakuan yang sama."Kita hanya ingin keadilan, dan hukum tetap berjalan. Jangan karena pelaku nya polisi, hukum tidak berjalan," sebut abang kandung korban ini.Ketua DPC Partai Perindo Medan H Dianto MS menyatakan, Polresta Medan harus mengusut tuntas kasus pembunuhan ini. Polisi harus mengungkap dan menangkap otak pelaku dibalik kasus tersebut."Kami merasa sangat terpukul dengan kematian korban. Sebab, korban merupakan kader terbaik untuk kecamatan se-Kota Medan. Untuk itu, kami meminta kepada aparat penegak hukum supaya segera menangkap para pelaku. Polisi tidak pandang bulu, siapapun itu orangnya," ujar Dianto saat diwawancarai usai berkunjung ke rumah duka.Ia memastikan, pihaknya akan mengawal terus kasus yang menimpa kader terbaiknya. Bahkan, jika penanganan terkesan lambat dan otak pelaku tak terungkap maka akan mengambil langkah dengan melaporkan ke Mabes Polri."Kita akan membantu pihak keluarga korban untuk mengawal dan mendampingi dalam hal bantuan hukum. Kita akan terus kawal masalah ini sampai ke persidangan. Jadi, polisi jangan hanya menangkap eksekutornya saja tetapi otak pelakunya juga. Untuk itu, kita berencana melapor ke Mabes Polri agar turut melakukan pengawalan dan Kapolda Sumut jangan tinggal diam. Penanganan kasus ini harus diusut sampai tuntas tanpa pandang bulu," jelas Dianto.Sementara itu, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 9 saksi, yaitu keluarga korban, pedagang dan petugas keamanan Pusat Pasar Medan.Saksi-saksi tersebut, di antaranya Jere Pelita Ginting (abang kandung korban selaku pelapor), Ariston Sembiring (adik ipar korban selaku saksi), Ripka Agustina dan Demak Sihite (pedagang selaku saksi). Kemudian, lima satpam, Defri Swandi, Joko Andiko, Rahmansyah Lubis, Suratno dan Aprillo.Disinggung soal adanya keterlibatan oknum polisi dalam kasus ini, Mardiaz belum bisa memastikan. Namun, ia tak mengelak pihaknya mengambil keterangan Bripka JPS."Pemeriksaan juga dilakukan terhadap terlapor, yaitu Bripka JPS. Sejauh ini belum ditetapkan tersangka dan masih berstatus saksi. Selain itu, kita juga berkoordinasi dengan petugas Denpom. Jadi, kasusnya sedang dalam penyelidikan dan terus didalami," katanya.Terpisah, Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Enoh Solehuddin yang dikonfirmasi terkait adanya dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kasus ini, Kopda LS, belum bersedia memberikan keterangan. Enoh yang dihubungi berkali-kali dan dilayangkan pesan singkat, tak memberikan keterangannya.Sebagaimana diketahui, Ketua Partai Perindo Medan Johor ini yang juga pedagang di Pusat Pasar Medan, tewas dalam perjalanan menuju RS Murni Teguh Jumat (18/12) malam. Gidion tewas setelah dihajar habis-habisan oleh kedua oknum aparat tersebut bersama beberapa rekannya di pos keamanan Pusat Pasar Medan.Korban disiksa para pelaku hingga mengalami luka memar di sekujur tubuhnya, seperti kepala, wajah, leher, kaki, tangan dan perut.Sebelum dianiaya, korban sempat cekcok dengan istri Kendeng Simanjuntak, yang tak lain keluarga Bripka JPS. Korban bertengkar dengan istri Kendeng Simanjuntak karena berselisih paham. Lantaran tak terima, istri Kendeng Simanjuntak memanggil Bripka JPS hingga akhirnya datang bersama sejumlah rekannya, termasuk oknum TNI.

 

(Mtc)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Sorot Banjir di Medan Tembung, Zulkarnaen Desak Pemko Medan Realisasikan Pembuatan Kolam Retensi

Berita Sumut

Di Forum Pangan Nasional APEKSI, Wali Kota Medan Dorong Kerja Sama Antardaerah Atasi Keterbatasan Lahan*

Berita Sumut

Oknum DPRD Medan AT Segeea Dipanggil Badan Kehormatan

Berita Sumut

Rico Waas Nobar Piala Dunia Bersama Warga di CFD Kesawan, Ajak Generasi Muda Gemar Berolahraga

Berita Sumut

Car Free Day Medan Dikritik Jadi Ajang Buang Sampah, Pemko Diminta Evaluasi dan Perkuat Edukasi Lingkungan

Berita Sumut

Romi Van Boy Ajak Warga Perangi Narkoba dan Geng Motor dalam Sosialisasi Perda Ketertiban Umum