Matatelinga.com, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP) Budi Karya Sumadi menegaskan, siap mengklarifikasi kejadian pencurian bagasi penumpang pesawat Lion Air yang terjadi di Bandara Kualanamu, Medan."Iya saya harus klarifikasi, itu memang tanggung jawab dari airlines," kata Budi di Jakarta, Minggu (3/1/2016). Dikutip laman okezone.comBudi menyebutkan, dalam mengklarifikasi tidak hanya melakukan kepada airlines melainkan kepada seluruh petugas yang bekerja di Bandara Kualanamu, sekalipun pegawai dari Angkasa Pura II, serta stakeholder lainnya."Kami sebagai pengelola bandara tidak ada ingin melepaskan tanggung jawab itu saja ke airlines. Saya kasih contoh, semalam saya diingatkan sorang teman yang ke Sorong, katanya dijarah. Itu saya urus sendiri, langsung ke internal. Saya urus di Makassar seperi apa, di Sorong seperti apa. Jadi kami tidak akan membenarkan event by low hanya menjadi tanggung jawab airlines," tambahnya.Menurut Budi, terjadinya pencurian bagasi penumpang pesawat Lion Air menjadi tanggung jawab bersama-sama. Namun, akan sangat tegas mengklarifikasi perusahaan penerbangannya.Lanjut Budi, peranan oknum-oknum kejahatan di bandara memang masih ada sampai saat ini. Angkasa Pura II, kata Budi, serius memberantas sindikat pencurian bagasi yang merugikan para penumpang pesawat di Indonesia."Sindikat itu bisa petugas kemanan, ditambah porter, mungkin juga orang saya, mungkin, enggak tau gitu loh. Tapi selama ini tidak ada orang AP II itu keamanan yang ikut itu, keamanan outsourcing," kata Budi."Mereka itu punya sindikat yang sudah lama terjadi. Kalau dia lebih dari dua orang kan sindikat kan. Dan dari kelompok satu ke kelompok lain. Walau sindikat, kalau kita niat dan selat pasti selesai lah. Taksi gelap aja selesai," tandasnya.(Fit)