Matatelinga.com, Insiden penyerangan dan penembakan yang dialami Ipda Abdul Tanjung dan Brigadir Said saat melakukan penggerebekan narkoba di Desa Pematang Johar Kecamatan Labuhan Deli, berbuntut panjang, Selasa (19/1/2016) siang kemarin, ratusan personil Polresta Medan “menyerbu” tiga lokasi di Desa Pematang Johar untuk memburu pelaku penyerangan dan pengedar sabu.Alhasil, dari lokasi itu, polisi yang melakukan penggeledahan mengamankan dua orang tersangka pengedar narkoba beserta barang bukti 1 ons sabu, sebilah senjata tajam dan dua unit sepeda motor.“Baik jadi sore hari ini Polresta Medan mengerahkan 256 personil untuk melakukan penyisiran di Desa Pematang Johar, dari penyisiran ini kami menangkap dua tersangka dengan barang bukti 1 ons sabu,” ujar Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto kepada wartawan di lokasi penggerebekan.Dikatakan mantan Kapolres Madina ini, penggerebekan, Selasa (19/1/2016) kemarin merupakan tindak lanjut dari penggerebekan sebelum, Senin (18/1/2016) di lokasi yang sama berakhir ricuh dengan tertembaknya seorang personil Ipda Abdul Tanjung dibagian perut dan satu personil lain Brigadir Said mengalami luka lemparan batu dibagian kepala yang kini masih dirawat di RS Columbia Asia Jalan Listrik Medan.“Sebelumnya dalam penggerebekan itu, kita mengamanakan 1 orang tersangka sabu dan 6 orang tersangka yang melakukan perlawanan, seluruhnya masih dilakukan pemeriksaan,” kata Mardiaz.“Mana surat penggeledahan kalian, jangan suka suka saja kalian bawa sepeda motor itu,” kata salah seorang warga kepada polisi.“Ini sepeda motor Ninja milik pelaku penyerangan bapak jangan menghalangi surat penangkapan kami jelas,” balas seorang personil lain.Tak lama menggeledah polisi lalu berpindah ke Jalan Suka Jadi Desa Pematang Johar, nah dari situlah polisi mengamankan dua tersangka pengedar narkoba jenis sabu yang salah satunya bernama Tanta,31.“Kemarin warga sini menghalangi kami mau keluar, jadi ditutup jalan keluar kami,” kata salah seorang petugas kepolisian.Sementara, salah seorang warga mengaku lega polisi menggerebek lokasi itu, karena warga sudah sangat resah dengan aktivitas narkoba yang berdampak pada maraknya pencurian disana.“Memang disini sarangnya, sukurlah digerebek, soalnya disini sudah serimg pencurian, rumah saya juga pernah,” kata Bakri (41) salah seorang warga sekitar(Fit/Mad/Mtc)