Matatelinga.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias seakan tutup mata akan empat anak penderita gizi buruk yang memerlukan bantuan. Hal itu disampaikan salah satu suster Klinik Yayasan Karya Faomasi Zoaya, Klara Duha, yang kini merawat anak-anak tersebut“Kami hanya berharap dari donatur dan uluran tangan masyarakat untuk membantu keempat anak ini. Pihak pemerintah daerah di Kepulauan Nias terkesan tutup mata atas kondisi warganya,” ucap Suster Klara. Seperti dilansir dari laman okezone.comSaat ini, kondisi keempat anak itu sangat memprihatinkan. Mereka kini terbaring lemas di Klinik Yayasan Karya Faomasi Zoaya, Kompleks Laverna Gunungsitoli.Anak-anak penderita gizi buruk ini dirawat Suster Klara Duha. Mereka telah ditinggalkan pihak keluarga karena tidak adanya biaya. Klinik Yayasan Karya Faomasi Zoaya hanya mengharapkan partisipasi dari masyarakat.“Keempat anak penderita gizi buruk ini berasal dari keluarga miskin yang tidak memiliki biaya pengobatan. Pihak klinik membantu untuk menyembuhkannya dengan dana terbatas. Untuk itu, kami membutuhkan uluran tangan berbagai pihak untuk membantu biaya pengobatan mereka,” kata Suster Klara.Suster Kalara menuturkan, masing-masing anak penderita gizi buruk terdiri atas dua orang dari Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara, Felianuas Hulu,2 dengan berat 5 kilogram (kg) dan Kris berumur 9 bulan dengan berat badan 5 kg.Dua lainnya, yaitu Meli,8, warga Kabupaten Nias Barat, dengan berat badan 7 kg dan Denisman Tafonao,3, warga Kabupaten Nias Selatan, dengan berat badan 4 kg.(Fit)