Matatelinga.com, Sebanyak empat dari lima kecamatan yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, terkena wabah demam berdarah dangue (DBD). Daerah tersebut, Kecamatan Kotapinang, Kecamatan Kampung Rakyat, Kecamatan Torgamba dan Kecamatan Silangkitang.Berdasarkan data Dinas Kesehatan di Kabupaten Setempat, hingga saat ini setidaknya, 35 orang dilaporkan menjadi korban DBD dan telah dirawat di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di daerah tersebut. Seperti dilansir dari laman okezone.com"Kedua korban yang meninggal yakni Nurmiah, 17 tahun, warga Dusun Boom Sisumut, dan Yuli Tanjung, 13 tahun, warga Desa Mampang. Keduanya meninggal bulan lalu," papar Fernando Manik, Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Labusel, Sabtu (6/2/2016).Sementara itu, sejumlah warga di Labusel menyesalkan lambatnya pemerintah mengatasi wabah DBD. Hingga kini, masih banyak wilayah di Labusel yang belum tersentuh program antisipasi DBD."Di tempat saya belum ada. Baik itu pengasapan, pembagian kelambu ataupun bubuk Abate. Kami khawatir, ini (DBD) akan terus mewabah, karena rantai penyebarannya tidak diputus. Apa kami sendiri yang harus melakukannya," tutur Kadema Lubis, orang tua dari Ibnu Rahardi, bocah tujuh tahun yang sudah sepuluh hari terakhir dirawat akibat DBD.Kekecewaan serupa juga disampaikan Baharuddin Tanjung, orangtua dari Yuli Tanjung, salah seorang korban yang meninggal dunia. Ia meminta agar pemerintah lebih perduli dan bergerak cepat, agar tak lagi ada korban seperti anaknya."Kami yang tinggal cuma 200 meter dari puskesmas saja kurang mendapatkan informasi, hingga anak kami jadi korban. Pemerintah bekerja lah, jangan sampai jatuh korban-korban lainnya," tandasnya.(Fit)