Matatelinga.com, Banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan Puskesmas Belawan mendapat sorotan dari Komisi B DPRD Medan yang membidangi kesehatan. Counterpart-nya Dinas Kesehatan Kota Medan ini pun menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala Puskesmas Belawan dan Dinas Kesehatan Medan.Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi B DPRD Medan, Surianto, menyebutkan bahwa masih banyak masyarakat di kawasan Medan Utara yang kurang terperhatikan pelayanannya. Untuk itu lah ia meminta pihak terkait meningkatkan pelayanan mereka. "Kita minta pelayanannya di tingkatkan," ucapnya dalam rapat, Selasa (9/2/2016).Sementara itu, anggota Komisi B lainnya, Edward Hutabarat berpendapat, pemanggilan Kepala Puskesmas Belawan dan Dinas Kesehatan ini karena adanya laporan dari masyarakat atas ketidak puasan pelayanan. Bukan serta merta karena ada tujuan tertentu. "Kita pun ingin pihak puskesmas meningkatkan pelayanannya. Kalau ada kekurangan, kita pelajari apa yang menjadi kekurangan itu, dan apa yang perlu ditingkatkan ke depannya," kata politisi PDI Perjuangan ini.Menjawab pernyataan yang disampaikan para legislator tersebut, perwakilan Dinas Kesehatan Medan, melalui Kabid Jaminan Kesehatan dan Sarana (JK 2 S), Dirgo Dirhamsyah, mengaku kalau pelayanan Puskesmas Belawan tidak ada masalah. "Setahu saya, pelayanan Puskesmas Belawan cukup baik. Jikapun ada keluhan dari masyarakat doal pelayanan, hanya kasus per kasus, bukan secara general (menyeluruh). Begitupun akan kita tingkatkan lagi lah pak," paparnya.Ditempat yang sama, Kepala Puskesmas Belawan, dr. Adi Raja Brando Lubis memaparkan, pelayanan yang maksimal tetap mereka berikan kepada masyarakat. Terkait keluhan masyarakat Medan Utara yang merasa kurang terlayani, pihaknya berjanji akan memaksimalkan.Rapat yang berlangsung singkat itu menghasilkan sebuah kesepakatan, bahwa Komisi B meminta laporan yang menyangkut kapitasi, baik itu jada medis, obat-obatan dan lain-lain. Pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan Medan pun diberi tengat waktu selama tiga hari untuk melengkapinya.Namun anehnya, anggota Komisi B lainnya, HT Bahrumsyah, merasa kecewa atas hasil rapat itu. Menurutnya, rapat yang singkat itu tidak cukup quorum (tingkat kehadiran anggota komisi dibawah 50%) dan belum menjawab semua permasalahan yang ada di Puskesmas Belawan."Saya terlambat tadi. Saya minta RDP ini di jadwalkan ulang. Banyak masalah yang belum terungkap di Puskesmas Belawan. Soal pengelolaan dana Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKPT) yang nilainya mencapai ratusan bahkan miliaran rupiah dalam satu tahun anggaran, harus di jelaskan kemana saja aliran dana itu mengalir. Kenapa ini tidak dipertanyakan dalam pertemuan tadi. Maka dari itu saya kecewa dengan pertemuan yang berlangsung singkat itu. Kita mau tahu jelas. Untuk itulah saya minta RDP ini di jadwal ulang. Biar jelas semua duduk persoalannya," pungkasnya(Fit/Mtc)