Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Waspadai LGBT yang Terus Berkembang dan Dapat Merusak Moral Anak Bangsa
LGBT

Waspadai LGBT yang Terus Berkembang dan Dapat Merusak Moral Anak Bangsa

Admin - Jumat, 12 Februari 2016 11:21 WIB
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, Pengamat sosial budaya dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Anshari Yamamah menilai fenomena keberadaan kelompok Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender (LGBT) harus diwaspadai dan diantisipasi agar tidak berkembang secara luas.Ia berpendapat bahwa kelompok LGBT melanggar ajaran agama, tradisi, adat istiadat dan lokal wisdom masyarakat Indonesia.Ia juga merasa khawatir jika keberadaan kelompok menyimpang itu dibiarkan, akan merusak moral masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Utara.“Ini harus dicegah. Tapi untuk mencegah itu tentu harus melibatkan unsur-unsur pimpinan pemerintah dan lembaga terkait seperti dinas sosial. Artinya kelompok-kelompok itu diberikan pencerahan, pelatihan-pelatihan atau kegiatan yang lebih produktif,” katanya, dikutip dari Waspada Online dan dilansir dari laman okezone.com, Jumat (12/2/2016).Di samping itu, ia mengharapkan peran aktif para tokoh agama di Sumut. “Kita kan tidak mau masyarakat bangsa ini latah dan ikut-ikutan sebagaimana yang ada di negara-negara liberal,” tutur Anshari.Terkait keinginan kelompok LGBT untuk diakui dengan mengatasnamakan Hak Asasi Manusia (HAM), Anshari dengan tegas menuturkan jika HAM yang dimaksudkan melanggar nilai-nilai keyakinan agama, maka hal itu tidak dapat dipraktekkan.“HAM itu mengedepankan dimensi publik. Publik memiliki nilai-nilai adat, agama, moral, dan kemanusiaan yang tidak bisa dilanggar. Memang semua orang punya HAM, tetapi itu tidak bisa hanya dilihat dari sudut nilai-nilai kemanusiaan semata. Sebab dari hak-hak kemanusiaan itu bukan berarti semua orang bebas melakukan apapun,” cecarnya.Oleh karena itu, ia berharap seluruh masyarakat dari berbagai kalangan untuk aktif memerangi ‘penyakit mental’ ini.“Ini tidak bisa dibenarkan. Kenapa komunitas-komunitas itu mengekspos bahkan meminta legalitas? Ini berarti sudah terjadi degradasi moral di tengah masyarakat. Sehingga orang tidak lagi merasa itu sesuatu yang tabu,” ujarnya.(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Berita Sumut

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Berita Sumut

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut