Matatelinga.com, Tampaknya para perampok sepeda motor di Kota Medan telahmengembangkan modus baru untuk memperdaya mangsanya, bukan seperti cara tradisional yang sadis seperti selamaini yakni lewat pembegalan (perampasan) dijalanan. Namun, dengan berpura-puramenjadi korban tabrak lari. Lantasmemperdaya korban, dan selanjutnya kabur dan menghilang bersama sepeda motormilik mangsanya.
Sepertiyang terjadi menimpa Ryan (18 thn), warga Jl. Pembangunan Kel. Helvetia-TimurMedan, Sabtu(13/2/2016). Ryan yang baru pulang Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari salahsatu instansi BUMN di Medan,dihadang 2 pemuda yang mengaku kerabat mereka menjadi korban tabrak lari Ryan.
“Keretakami distop di Jl. Matahari Raya simpang Jl. Bom depan Polsek Helvetia Om.Mereka ngotot adik mereka kami tabrak, dan memaksa untuk menemui adiknyatersebut. Katanya, kalau tidak salah kenapa kalian takut, lihatlah adik kamiitu dulu, obati”, aku Ryan kepada wartawan. Saat Ryan dan Rio temannya, membuatlaporan kejadian di Polsek Helvetia.
MenurutRyan karena merasa tidak bersalah, dia dan Rio temannya, kemudian diiringikedua pemuda pelaku perampasan itu menuju kekawasan Jl. Tengku Amir Hamzah BlokA dan berhenti di pelataran Ruko perkumpulan Pomparan Si Raja Panggabean. Dan disuruh menanti dilokasi tersebut,sementara salahsatu tersangka berpura-pura kearah Swalayan Mandiri Supermaketyang diaku daerah tempat tinggal para tersangka.
“Kaliantunggu disini ya, orangtua kami sudah marah. Biar ditenangkan dulu, soalnyaadik kami yang kalian tabrak kondisinya parah, kakinya patah”, ujar Ryanmenirukan ucapan pelaku. Saat itu sebut Ryan, dia dan temanya seolan melihatkawasan itu bukan ruko, tapi merupakan perumahan penduduk.
Taklama kemudian salahsatu pelaku meminjam sepeda motor Ryan dengan alasan akankerumah melihat kondisi adiknya. Sementara sepeda motor pelaku ditinggalbersama teman pelaku yang lainnya. Selang beberapa waktu kemudian, pelaku keduabergerak dengan sepeda motor pelaku,seolah ingin menyusul temannya, yang lama tidak kembali.
“Saatitulan kami sadar telah menjadi korban perampasan sepeda motor, karena keduatersangka tidak juga kembali”, aku Ryan masih dalam kondisi trauma. Hendrasalahsatu petugas Polsek Helvetia yang menerima laporan tersebut, langsungmembawa korban ke TKP untuk olah lokasi. Dan dari informasi sementara,diketahui salahsatu CCTV dikawasan tersebut diyakini telah merekam sosok keduapelaku.
Betis Kanan Bertato
MenurutRyan, salahsatu pelaku dengan tinggi diatas 170 Cm berusia sekitar 20 tahunan,berkulit putih dan berpenampilanparlente memiliki tato batik dibetis kanannya. Sementara pelaku lainnya yangberperawakan lebih kecil, dengan kulit hitam, Memiliki bopeng-bopeng bekasjerawat pada bahagian wajahnya. Petugas Polsek Helvetia menghimbau agarmasyarakat berhati-hati, bila menghadapi kondisi seperti yang dialami Ryan,agar tidak menjadi korban perampasan sepeda motor.(Mtc)