Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Alamaak, Dituding NgeBacok Pemuda ini Malah Dipukul Pakai Sekop
Pembacokan

Alamaak, Dituding NgeBacok Pemuda ini Malah Dipukul Pakai Sekop

Admin - Rabu, 17 Februari 2016 12:39 WIB
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, Saut Simanjutak,17, pekerja panglong (tukang kayu), yang tinggal di Jalan Perhubungan, Desa Laut Dendang ini, langsung dituding membacok pemuda setempat saat menurunkan semen di Jalan Pendidikan, Kampung Kolam, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sumatera Utara. Seperti dilansir dari laman okezone.comApesnya, ia langsung dipukul pakai sekop oleh pelaku yang dikenal sebagai preman setempat hingga pelipis kanannya koyak dan mengeluarkan darah.Tak terima dituduh dan dipukul pelaku berinisial I itu, korban bersama temannya, Rifai,29, warga Jalan Pendidikan, Kampung Kolam, melaporkannya ke Polsek Percut Sei Tuan.Di kantor polisi, korban mengatakan, saat itu dirinya sedang menurunkan muatan mobil berisi semen.Namun, ketika sibuk menurunkan semen di tempat penitipan di lokasi, pelaku melihat Saut. Tiba-tiba, dia langsung meneriaki korban sembari menghampirinya lalu memukul dengan kepalan tangan penuh emosi hingga mengenai pelipis korban."Aku dan temanku lagi turunkan semen. Tiba-tiba saja pelaku menuduhku membacoknya dan langsung memukul pelipisku. Badanku juga dipukul pakai sekop. Aku pun terkejut waktu itu," kata Saut, sembari memegangi luka di pelipisnya, Rabu (17/2/2016).Korban mengungkapkan, dirinya tak mengenal pelaku sama sekali. Ia pun mengaku tak memiliki musuh."Enggak kenal aku sama dia (pelaku). Memang tempatku bekerja, Panglong Cahaya Ilham itu letaknya di Laut Dendang. Tapi, enggak pernah aku ada ribut sama orang, apalagi sampai membacoknya," tutur Saut.Karena terkejut dan terluka, Saut berusaha melawan ketika pelaku yang terus-terusan menghujamkan pukulan. Bahkan Saut dan pelaku sempat duel sebelum dilerai warga."Sempat duel. Aku pun enggak kenal sama pelakunya. Memang aku tinggal di situ juga, tapi kejadiannya di bagian depan dan aku jarang keluar rumah," ujar Rifai.Sementara itu, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Lesman Zendrato, mengaku masih melakukan pemeriksaan terhadap korbannya guna melengkapi berkas dalam menangkap tersangka."Kalau sudah dilaporkan, segera kita proses dengan menghadirkan saksi untuk ditindaklanjuti," ucapnya.(Fit) 


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Berita Sumut

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Berita Sumut

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Berita Sumut

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU