Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Diduga Rebutan Lahan, Dua SPTSI Terlibat Bentrok

Diduga Rebutan Lahan, Dua SPTSI Terlibat Bentrok

Admin - Senin, 22 Februari 2016 19:36 WIB
Matatelinga.com
Matatelinga.com,  Seketika suasana di Komplek Tomang Elok yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Sunggal, mendadak heboh. Pasalnya, dua kubu Serikat Pekerja Transportasi Seluruh Indonesia (SPTSI) yang berada di Komplek Tomang Elok terlibat bentrok dengan saling pukul dan lemparbatu di wilayah tersebut. Senin (22/2/2016) jam 16.00 WIB.Alhasil, dua orang anggota SPTSI, M.Idris mengalami luka bocor dibagian kepalanya lantaran terkena lemparan batu dan seorang temannya yang belum diketahui namanya mengalami luka memar dibagian mata sebelah kanannya menjadi korban.Menurut informasi yang didapat, kejadian tersebut bermula saat sekitar 20 orang yang mengaku anggota SPTSI mendatangi Komplek Tomang Elok. Sesampainya dilokasi, 20 orang tersebut pun langsung bertemu dengan anggota SPTSI Tomang Elok dan melakukan kordinasi salah satu rumah yang masih kosong.Berkisar 30 menit berada di dalam rumah, rapat kordinasi antara kedua SPTSI ini pun mendadak ricuh. Dengan seketika, aksi saling pukul hingga keluar rumah pun terjadi antara kedua pihak SPTSI.Menurut Ismail ,30, salah satu security komplek, mengatakan, mulanya kedua kubu berkoordinasi di sebuah rumah kosong yang berada di komplek tersebut. "Awalnya mereka koordinasi di dalam rumah bang, gak lama kemudian tiba-tiba mereka ribut," ungkapny.Ismail mengatakan, saat keributan berlangsung, warga sekitar komplek pun sempat berlarian lantaran banyaknya batu beterbangan. "Sekitar 20 menit bentrok, salah satu SPTSI pergi, gak lama datang polisi kesini bang," ujarnya.Sementara itu, Wakapolsek Sunggal, Akp Trila Murni, saat dikonfirmasi, mengaku jika kini pihaknya masih mendalami kasus tersebut."Para korban sudah kita sarankan membuat laporan polisi (LP), dan salah satu kubu bertikai juga sudah kita panggil guna diketahui apamotifnya," ujarnya.(Mtc)


Tag:

Berita Terkait