Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Picu Kemacetan Lalu Lintas Satpol PP Tertibkan Pedagang K5 Dr Mansyur

Picu Kemacetan Lalu Lintas Satpol PP Tertibkan Pedagang K5 Dr Mansyur

Admin - Rabu, 24 Februari 2016 07:36 WIB
Matatelinga.com
Matatelinga.com,   Sekitar  250 petugas Satpol PP  menertibkan pedagang kaki lima (K5), termasukpenjual pulsa dengan menggunakan mobil di sepanjang Jalan Dr Mansyur Medan, persisdepan Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Selasa (23/2).  Penertiban yang dipimpin langsung Kasatpol PPKota Medan, M Sofyan  untuk menindaklanjuti  keresahan masyarakat pengguna jalan akibat  kehadiran para pedagang  informal itu memicu terjadinya kemacetan,terutama pada petang hari.

Namun sebelumpetugas tiba di lokasi, banyak pedagang kuliner baik makanan dan minuman sudah ‘mencium’  akan adanya penertiban. Terbukti, parapedagang yang umumnya berjualan dengan menggunakan becak bermotor yang telahdimodifikasi menjadi gerobak dan mobil pick-uptelah mengangkuti kursi-kursi yang biasanya mereka letakkan di pinggir jalanmaupun di atas trotoar.

Malah tidaksedikit diantara para pedagang, langsung meninggalkan lokasi jualan  untuk menghindari penertiban, termasuk parapedagang pulsa bermobil. Meski demikian masih ada juga pedagang yang tetapnekat berjualan meski beberapa pedagang  telah mengingatkan akan adanya penertiban.

Sekitar pukul15.30 WIB, petugas Satpol PP pun tiba di lokasi. Para pedagang kaki lima yangnekat tadi  sontak kelabakan dan berusahakabur dengan mendorong gerobaknya masing-masing. Namun upaya mereka gagal,sebab petugas satpol PP lebih cepat. Peralatan jualan  seperti  kursi dan meja pun langsung diangkut.

Tindakan petugasSatpol PP ini mendapat perlawanan dari  beberapa pedagang, terutam yang pria. Merekaberusaha mempertahankan kursi dan meja yang mau diangkut, sehingga terjadi aksitarik menarik. Kericuhan pun tak terelakkan, sebab seorang pedagang berusahamelawan petugas Satpol PP. Aksinya membuat petugas marah, termasuk Kasatpol PP.

Sofyan langsungmemerintah anggotanya untuk mengangkat gerobak pedagang tersebut. Pedagang yangbersangkutan semakin beringas memberikan perlawanan namun sia-sia karenabeberapa petugas Satpol PP langsung mendekapnya. Dia hanya bisa meronta-rontasambil  melihat gerobaknya diangkat dan dimasukklandalam truk.

Selain pria itu,pasangan suami istri yang berusaha kabur dengan gerobaknya juga bernasib apes. Peralatanjualannya, baik minuman botol, kursi dan meja  diangkut petugas meski telah berteriak-teriakminta dilepaskan. Lantaran tidak melakukan perlawanan, petugas Satpol PP pun tidakmenyita gerobaknya.

SelanjutnyaSofyan memerintahkan anggotanya untuk menyeser satu ruas jalan yang digunakanpara pedagang untuk menyembunyikan gerobaknya. Upaya ini berhasil, peralatanjualan para pedagang berhasil disita. Namun aksi ini tidak berlangsung lama, sebabSofyan kemudian menghentikan penertiban guna menghindari terjadinya kemacetandi sepanjang Jalan Dr Mansyur. Namun sebelum meninggalkan lokasi, Sofyanmengingatkan para pedagang agar tidak berjualan kembali di kawasan tersebut.

“Kami akan teruspantau kawasan ini (Jalan Dr Mansyur). Jika kembali berjualan, kami akan datanguntuk melakukan penertiban. Agar bapa-bapak dan ibu-ibu tidak rugi akibatpenertiban yang dilakukan, sekali lagi saya ingatkan untuk tidak berjualanlagi!” tegasnya.

Usai menertibakanpedagang kaki lima di Jalan Dr Mansyur,  petugas satpol PP melanjutkan penertiban pedagangkaki lima di Jalan Diponegoro, persisnya depan RSU Malahayati yang juga menjadipemicu kemacetan. Di tempat itu, petugas mengangkut  satu gerobak milik pedagang buah/rujak danmembawanya ke Markas Besar Satpol PP di Jalan Adinegoro Medan.

Usai penertiban,Sofyan mengatakan penertiban ini dilakukan untuk menindaklanjuti kerasahanwarga. Sebab, kehadiran para pedagang kaki lima di Jalan Dr Mansyur dan JalanDiponegoro ini menyebabkan terjadinya kemacetan. “Jadi penertiban ini kitalakukan untuk memberikan efek jera kepada para pedagang agar mereka tidakberjualan kembali di tempat tersebut,” jelas Sofyan.

Di samping kedualokasi tersebut, Sofyan menegaskan pihaknya juga akan melakukan penertibanterhadap pedagang kaki lima lainnya yang menyebabkan terjadinya kemacetan. “Kehadiranpara pedagang kaki lima ini, selain menyebabkan terjadinya kemacetan,  juga membuat masyarakat tidak dapatmenggunakan fasiltas umum seperti trotoar. Padahal keberadaan trotoar inimerupakan hak masyarakat sebagai pejalan kaki,” pungkasnya.(Mtc)


Tag:

Berita Terkait