Matatelinga.com, Pendidikan merupakan tonggak suatunegara untuk terus berdiri. Dengan pendidikan mobilitas sosial warga negarasemakin dinamis, sehigga dapatmenciptakan generasi muda yang berkualitas untuk kemudian hari dapat memimpinnegara, khususnya kota Medan agar lebih baik dan maju lagi. Untuk mewujudkanhal itu tentunya harus didukung pendidikan yang berkualitas, baik dari segiguru-guru sebagai fasilitator dan katalisator pendidikan maupun peserta didikyang siap menempah diri menerima ilmu pengetahuan.
Wakil Wali Kota Medan, Ir AkhyarNasution MSi menyampaikan hal ini ketika membuka Pelatihan Pembelajaran danManajemen pada Jenjang SD/MI (Madrasah Ibtidaiyah) yang diselenggarakan USAIDPrioritas di Hotel Grand Kanaya Medan, Rabu (24/2/2016).
Dijelaskan Akhyar, salah satu motorpenggerak kegiatan belajar mengajar adalah buku, sebab buku merupakan jendelailmu karena melalui buku dapat diketahui berbagai hal. Hanya saja sangatdisayangkan, membaca buku saat ini bukan lagi hal yang membudaya. Untuk itulahAkhyar berharap agar peserta didik perlu dirangsang untuk mencintai gerakan membaca buku kembali.
Itu sebabnya mantan anggota DPRDMedan ini, sangat mendukung dan mengapresiasi langkah yang dilakukan USAIDPrioritas ini. Apalagi tujuan kegiatan ini, selain bagian dari upayamenghadirkan pendidikan yang berkualitas, juga untuk mendukung budaya membacabagi peserta didik dengan membagikan sekitar 100.000 buku.
"Pelatihan yang digelar USAIDPrioritas sangat baik untuk membangun budaya membaca dan budaya literasi di kalangansiswa SD/MI. Selain itu juga mendorong para guru agar memiliki kompetensimengajar dengan berbasis keterampilan informasi dan menggerakkan sekolah agarmampu menyiapkan prasarana dan sarana perpustakaan yang lengkap, nyaman dan menyenangkanbagi siswa", kata Akhyar.
Akhyar selanjutnyaberharap melalui kegiatan ini dapat memicu serta memacu para peserta untukmelakukan perubahan yang signifikan di lingkungan sekolah masing - masing.Artinya,perlu ditingkatkan mutu pendidikan sekolah dasar melalui budaya ini.Disamping itu para peserta didik juga harus mampu memilih informasi yang sesuaidengan tingkatan ilmunya dibantu dengan pembinaan dari guru serta fasilitassekolah.
"Saya berharap kepada seluruhpeserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan sungguh - sungguh, sebabsaya akan memantau rangkaian kegiatan ini sehingga benar - benar mencapai hal yangdiinginkan dan agen - agen perubahan mutu pendidikan Kota Medan berada dipundak para saudara pendidik,” ungkapnya.
Atas digealrnya pelatihan ini,Akhyar mengucapkan terima kasih kepada USAID Prioritas yang berupayameningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kota Medan. Meskipun DinasPendidikan Kota Medan telah berupaya untuk memajukan pendidikan namun denganbantuan USAID Prioritas ini tentunya semakin lebih baik lagi. “Mudah-mudahan melalui kegiatan ini mutu dankualitas pendidikan, terutama jenjang SD sampai SMA di Kota Medan semakin lebihbaik lag,” harapnya.
Di kesempatan itu Akhyar juga menginginkanagar semangat dan kreatifitas dari guru-guru dibutuhkan dalam pembangunankarakter siswa. Pasalnya, pembangunan karakter ini sangat penting dalam upaya menghasilkan siswa berkualitas.
“Pengetahuan bisa diperoleh darimana saja, namun penanaman karakter harus dilakukan terus menerus. Hal inisesuai dengan apa yang dikatakan Bung Karo, national building. Bangun dulujiwanya, baru bangun raganya,” ungkapnya.
Sementara itu Distric KoordinatorUSAID Kota Medan, Bambang F. Wibowo menjelaskan, total guru yang dilatih padapelatihan ini merupakan guru yang mengajar di kelas awal (SD/MI) sebanyak 85guru dari sekolah yang menjadi mitra USAID Prioritas Kota Medan di KecamatanMedan Tembung dan Medan Barat. Materiyang diberikan adalah bagaimana guru dapat belajar leterasi di masing - masingsekolah.
"Targetdari pelatihan ini adalah guru dapat memfasilitasi para murid untuk bagaimanamenggunakan buku bacaan berjenjang yang telah kita cetak. Sebab 100 ribu bukuakan kita hibahkan ke 150 sekolah. Buku tersebut merupakan buku penunjangguna membudayakan membaca di masing - masing sekolah, sehingga memperkayawawasan dan pengetahuan para siswa", jelas Bambang.
Ditambahkan Bambang, buku yangdibagikan itu cukup berkualitas karena dicetak di Amerika Serikat.Direncanakan, masing-masing sekolah dari 150 sekolah yang akan menerima bantuanbuku akan mendapatkan 600 buku per-sekolah. Dia berharap, bantuan buku itusemakin mendorong terciptanya budaya baca bagi para siswa.
Terakhir, Bambang mengungkapkan,USAID Prioritas tengah memfokuskan peningkatan pendidikan di Medan bagian Utara.Hal itu dilakukan karena mutu pendidikan di Medan bagian Utara jauh tertinggaldengan bagian Selatan. Salah satu upaya dilakukan dengan memberikan pelatihanbagi para guru di sana. “Semoga upaya yang kita lakukan ini mampu meningkatkanmutu dan kualitas pendidikan di Kota Medan,” harapnya.(Mtc/Hendra)