Matatelinga.com, Beberapa kios pengecer di Kecamatan Silaen diantaranya UD. Chaterine, UD Ramos, UD Cavin dan UD MTS tidak mempunyai stok pupuk subsidi dengan jenis PONSKA dan SP 36. Hal ini dikatakan oleh pemilik Kios pengecer pupuk subsidi UD Chaterine Gokkon Sitorus di Desa Shinta Dame Kecamatan Silaen Senin (28/3/2016). Saat melayani petani Robin Silaen dan Pak Vero Silaen, pemilik kios Gokkon Silaen mengatakan kepada para petani bahwa Ponska dan SP 36 langka dan tidak ada persediaan. Dalam penelusuran
matatelinga.com memang di beberapa kios pengecer pupuk di Silaen tidak terdapat lagi pupuk jenis tersebut. Kios pengecer mengatakan kepada Matatelinga.com bahwa mereka telah menghubungi distributor agar diberikan pupuk ponska kepada mereka. Distributor menjawab bahwa jumlah kuota untuk Silaen telah habis. "Untuk Kecamatan Silaen pupuk jenis Ponska dan SP 36 telah habis" ungkap Gurning kepada Gokkon Sitorus. Akan kelangkaan pupuk ini kios pengecer merasa kecewa dan bingung menghadapi masyarakat karena sekarang masa pemupukan. Melalui sambungan telpon Kepala Dinas Pertanian Jonni Hutajulu mengatakan kepada
matatelinga.com bahwa mereka akan menelusuri dan akan segera bertindak demi kepentingan para petani. Kepala dinas pertanian Jonni Hutajulu hari itu juga meninjau langsung kios pengecer UD Chaterine. UD Chaterine menjelaskan jika pupuk yang sampai ke kiosnya tidak semuanya terpenuhi dengan permintaan pengajuan RDKK. Distributor mengatakan jika kuota untuk Silaen telah habis. Bahkan distributor sudah mengambil jatah sampai bulan Mei untuk pemakaian Maret. Tetap Ponska tidak mencukupi untuk Silaen. "Dari dulu Ponska selalu langka di Silaen" ungkap Gokkon Sitorus kepada Jonni Hutajulu. Kepala dinas mengatakan akan mengkros cek semuanya dan akan menelusuri dimana letak kesalahan hingga terjadi langka pupuk. "Apa semua tetap sesuai prosedur dan pupuk tepat sasaran sesuai dengan RDKKnya" ungkap Jonni Hutajulu. (Mtc/Pintor)