Matatelinga.com, Paripurna mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) limbah rumah tangga berlangsung dalam gelap. Arus listrik terputus saat paripurna tengah berjalan, Senin (28/3/2016). "Kita sangat malu, biaya pembangunan kantor DPRD Kota Medan menghabiskan anggaran yang besar. Tak kurang dari Rp90miliar seharusnya sudah memadai,"ucap Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnaen Hutajulu. Menurutnya, dengan infrastruktur yang canggih sudah sepantasnya mendapatkan suasana kondusif ketika rapat paripurna sedang berlangsung. Kalaulah arus listrik terputus, kesediaan alat bantu genset mampu mengatasinya. "Biasanya ada genset yang langsung selesai dalam hitungan detik, tapi ini sudah nyaris satu jam belum nyala juga,"kata Herri. Herri meminta, lembaga DPRD kota Medan diaudit oleh instansi yang berwenang. Dia menaruh curiga ada apa dibalik pemadaman listrik itu. "Kita sangat terganggu, lakukan audit terhadap DPRD kota Medan. Kita sedang membahas Ranperda soal limbah rumah tangga dan modal bantuan dari KIM,"ujarnya. (Mtc)