Matatelinga.com, KebakaranHutan Lindung dan hutan milik rakyat yang terkenal dengan nama Dolok Tolong KecamatanBalige dan Tampahan Kabupaten Tobasa, beberapa hari yang lalu menyisakan persoalanantara Dinas Kehutanan dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).
KebakaranHutan Lindung dan hutan masyarakat tersebut terjadi tepatnya Senin,(29/3/2016) di Kecamatan Tampahan. Awal mula api di duga bersumber dari wilayah pemakamanumum desa Hinalang Kecamatan Balige. “Kemungkinan api berasal dari warga yangmembakar sampah di area pemakaman dan akhirnya merambat kehutan milik masyarakatdan Hutan Lindung” terang Andi Siahaan Kepala Desa Hinalang beberapa waktu lalukepada matatelinga.com.
Api yangmembakar lahan warga marga Siahaan dan Hutan Lindung ini membuat petugas pemadamkebakaran kewalahan karena personil yang kurang dan alat pemadam yang tidakmemadai. Kepala Dinas Kehutanan Alden Napitupulu tidak tampak di lokasi,sementara Kapolres Tobasa dan 100 orang anggota polri sudah terjun memadamkan api.Hal ini membuat Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian SH. MH berang dan meminta agarkepala dinas kehutanan tersebut sesegera mungkin ke lokasi kebakaran.“Mana kadiskehutananmu, suruh dia kesini, handphonenya juga mati” ungkap Kapolres kepada salahsatu pegawai dishut.
Beberapasaat kemudian kadishut Alden Napitupulu tiba di lokasi bersama bupati TobasaIr. Darwin Siagian dan wakilnya Ir. Hulman SitorusM.Ma. Dalam keterangannya kepadamatatelinga.com di hadapan kadis perhubungan Pargaulan Sianipar serta Kadis PUBresman Simanguncong mengatakan bahwa kedatangan beliau berada di lokasi tersebutmembantu hanya karena tanggung jawab moril.“Gak mungkin saya tidak kesini membantuwalaupun ini bukan wilayah kerja saya” ungkap Alden. Beliau berpendapat jika lokasikebakaran ini adalah wilayah kerja KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan).
Sri DikaSianipar kepala KPH XIV Aek Natolu ketika dihubungi via seluler pada Selasa29/3/16 mengatakan kepada matatelinga.com bahwa, sebenarnya lokasi yangterbakar adalah masih wilayah kerja kadishut Tobasa. “Lokasi yang terbakar itu adalahwilayah kerja dishut Tobasa yaitu Tampahan dan Balige. Bapak bisa lihat peta wilayahkerja kami”ungkap beliau.
Sementarawilayah KPH XXII Lintas Tobasa-Labura adalah Nassau yang berbatasan dengan Labura.“Wilayahkerja kami KPH XIV Aek Natolu ada beberapa daerah tidak termasuk Tampahan dan Balige.Tampahandan Balige adalah wilayah kerja dishut Tobasa” tegas Sri Sianipar. “Namun kamitetap memberikan bantuan personil untuk memadamkan api tersebut walau pun itu bukanwilayah tugas kami” ungkap Sri Sianipar.“Coba kalian cek pak DPA nya pasti ada untukitu” lanjut Sri Sianipar.
SementaraLeonardo Sitorus kepala KPH XXII Lintas Tobasa-Labura ketika dihubungi juga viaselulernya mengatakan bahwa wilayah kerja KPH XXII Lintas Tobasa-Labura adalah Nassau. “Jadi jangan ketika terjadiseperti ini kadishut Tobasa lempar bola” ungkap beliau.
(Mtc/Pintor)