Matatelinga.com, Zamanboleh berubah, kebudayaan datang silih berganti masuk ke Medan, namun generasimuda harus memiliki akar kebangsaan yang kuat, sehingga dampak negatif dariarus global akan tersaring dengan sendiri. Hal ini dinyatakan Wakil Wali KotaMedan, Ir Akhyar Nasution MSi saat memberikan sambutan dalam acaraPenandatangan Nota Kesepahaman Kegiatan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan antaraKementerian Agama Medan dengan Kodim 0201/BS, Jumat (1/4/2016) di aula kantorKemenag.“Kitaharus menanamkan kepada generasi muda bahawa setiap warga Negara berkewajibanmembela Negara,” ungkap Akhya dalam kegiatan yang dihadiri Dandim 0201/BS Kol.Inf. Maulana Ridwan, Kakandepag H Iwan Zulhami SH MAP, kepala SKPD Pemko Medan,kepala madrasah, pesantren dan segenap kepala Kantor Urusan Agama kecamatanse-Kota Medan. Menurutnya,kegiatan yang diprakarsai Kemenag dan Kodim 0201/BS ini sangat tepat untukmeningkatkan sinergi dalam mengembangkan dan memperkuat wawasan kebangsaan dikalangan generasi muda.
Disebutkankannya,setelah Indonesia merdeka pengaruh yang dihadapi sangat besar. Secara langsungatau tidak langsung, pengaruh tersebutlah yang secara perlahan bisa menggerusrasa nasionalisme pemuda. Untuk mengantisipasi hal itu, generasi muda perludiberi pembekalan penuh dalam meningkatkan wawasan kebangsaan dan bela Negara. WakilWali Kota berharap, Nota Kesepahaman ini dapat diterapkan dalam bentuk kegiatannyata dan terukur.
“Maribersama membangun karakter generasi muda yang kuat, mereka harus cinta tanahair, mereka juga harus bangga dengan kebudayaan bangsa dan menjaga nama baikbangsa Indonesia,” ungkapnya.Padakesempatan sama, dihadiri Dandim 0201/BS Kol. Inf. Maulana Ridwan memaparkan programkerjanya dalam menumbuhkan wawasankebangsaan terhadap kalangan generasi muda. Kegiatan penyuluhan ini, lanjutnya, diisi dengan system tatap muka, jugadilakukan dengan metode out bond untuk mencegah rasa bosan siswa. Dia berharappara pimpinan madrasah dapat menentukan waktu untuk penyuluhan tersebut. Padaprinsipnya, pihak Dandim siap memberikan penyuluhan sesuai dengan penjadwalanyang dibuat oleh pimpinan madrasah. Sebelumnya, sambutnya Kakan Kemenag Kota Medan, HIwan Zulham SH MAP menilai, MoU ini merupakan tindak nyata untuk memupukwawasan kebangsaan dan nasionalisme di kalangan generasi muda. “Di Medan initerdapat 4409 madrasah tsanawiah, 246 madrasah aliyah dan 8 pondok pesantrenyang siap bekerja sama dengan Kodim untuk penyelenggaraan penyuluhan wawasankebangsaan ini,” ungkapnya.(Mtc)