Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Empat WNI Disandera, TNI Siapkan Pasukan Untuk Melakukan Tindakan Tegas

Empat WNI Disandera, TNI Siapkan Pasukan Untuk Melakukan Tindakan Tegas

Admin - Sabtu, 16 April 2016 23:55 WIB
Matatelinga.com
Matatelinga.com,  Saat ini Warga NegaraIndonesia (WNI) yang tertembak sudahberada di Malaysia. Seorang WNI tertembak, empat orang disandera dan enamorang yang lepas dari penculikan, kini sudah aman berada di Sabah. WNI yang tertembak kini dalamkeadaan selamat.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada awak media massa terkait kembalidiculiknya empat ABK WNI oleh kelompok yang di duga Abu Sayyaf di perairanperbatasan antara Malaysia dengan Filipina, usai acara Peringatan HUT ke-64 Kopassusdi Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (16/4/2016).

 

“Saya sebagai Panglima TNI sudah menyiapkanpasukan untuk melakukan tindakan tegas baik di laut, di darat sampai di hutansaya siap.  Saya juga sudahmengerahkan dua Kapal Perang yaitu KRI Badau dan KRI Slamet Riyadi ke daerahperbatasan,” tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

 

Panglima TNI juga menyampaikan akan melaksanakan koordinasi dengan PanglimaAngkatan Bersenjata Filipina dan Malaysia untukbersama-sama melakukan Patroli Bersama yang  terkoordinasi. Maksudnya, kami mengawal sampai perbatasan sampai Zona EkonomiEksklusif, setelah masuk diwilayah Filipina sudah menjadi tanggung jawab Filipinabegitu pula setelah masuk di wilayahMalaysia.

 

“Tetapiapabila terjadi sesuatu di wilayah negara Malaysia dan Filipina, maka saya akanmelakukan koordinasi, siapa yang cepat maka diayang boleh kesana. Ini adalah langkah-langkah yang segera dilakukan,” kata Panglima TNI.

 

Perjanjianyang akan kita buat nantinya, menurut Panglima TNI salahsatu prosedurnya seperti itu. Kalau kita cuma kerjasama patrolikoordinasi, disana terjadi apa-apa kitatidak bisa berbuat apa-apa dan mereka tidaksempat bagaimana, itu adalah salah satucara.

 

“Apabila Indonesia dan Filipina sudahmelakukan MoU untuk melakukan kerja sama Patroli Terkoordinasi, maka pasti akan aman. Tetapi sekarangkan tidak aman, karena itu diluar wilayah NegaraKesatuan Republik Indonesia,” ucap Panglima TNI.

 

Disampingitu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo akan segera mungkin melaksanakan koordinasi dengan Panglima Diraja Malaysiadan Filipina, karena wilayah itu berbatasan dengan tiga negara.

 

“Kita harusberpikiran bahwa mereka positif, karena saatini pun rencana Filipina  akan melakukanoperasi besar-besaran di Kepulauan Zulu. Operasiyang dilakukan negara tetangga kita tunggu saja, yang mulai siapa, kecualiPresiden Filipina kasih tenggang waktu,” pungkasPanglima TNI.

(Mtc)


Tag:

Berita Terkait