Matatelinga.com, Keberadaan juru parkir di Jalan dr Mansyur kian meresahkan. Mahasiswa dan pengguna jalan mengeluh dan merasakan tidak nyaman. Seorang mahasiswa, H Hasibuan mengaku harus bertengkar mulut dengan juru parkir. Dirinya baru saja memperbanyak berkas kuliahnya di toko potokopi. "Bayangkan saja bang, awak cuma potokopi disini. Cuma berapa lembar awak kopi, eh bayar parkir lebih mahal. Gopek awak potokopi, parkirnya dua ribu,"katanya, Rabu (20/4/2016).Walaupun sempat terjadi perdebatan bersama juru parkir, dia tak mampu melawan dan memilih memberikan uang Rp2000 untuk sekali parkir. Sementara itu, Fandi, pengguna jalan yang juga membeli materai di lokasi yang sama turut merasakan apa yang dialami Hasibuan. Namun karena waktu, dia cepat membayar dan berlalu meninggalkan petugas juru parkir. "Modal mereka cuma sempritan dan baju kuning saja. Enak kali kerja mereka, tapi entah kemana setorannya pun,"katanya.