Matatelinga.com, Eksibisi prajurda Sumut arung jeram dilaksanakan oleh dinas pariwisata Kabupaten Toba Samosir Sabtu (23/4/2016). Eksibisi ini diikuti oleh beberapa klub arung jeram dari beberapa daerah seperti Faji asal Asahan, Seruwei dari Deli Serdang, Ravid Plus dari Langkat, UMSU dari Medan, Unimed dari Medan. Tobasa Parhitean Rafting (Topar) asal Tobasa. Setiap tim terdiri dari 6 peserta. Sedangkan jarak yang akan ditempuh kurang lebih 4 km sampai tiba di finish Aek Limut BKegiatan ini diadakan dinas pariwisata kabupaten Toba Samosir. Menurut Risjon Simatupang sebagai pemerhati arum jeram bahwa lokasi ini sangat sering dikunjungi oleh turis mancanegara seperti Rusia, Italia Francis , Amerika san Ceko. Tetapi yang paling sering berasal dari Rusia. Menurut beliau, lokasi arung jeram ini no 3 paling menantang dan mengerikan di dunia. Titik rawan menurut Hendra Hutagalung ,29, asal Topar Tobasa berada di start awal. Kemudian ada namanya Staking Hold, Tiger Suck, Simatupang 1 dan Simatupang 2. Titik paling rawan terakhir Zifana. Namun ada Neck Mer yang tidak bisa dilewati oleh pekayak profesional sekalipun. Jultri ,38, Ravid Plus mengatakan jika kegiatan ini sangat menarik dan menantang. Namun beliau meminta agar sering dibuat kegitan seperti ini agar masyarakat makin mengenal daerah ini. Dalam keterangannya beliau juga ikut mempromosikan wisata arung jeram ini untuk di kunjungi. Anggota DPRD Tobasa Winner Sinambela yang hadir menyaksikan kegiatan tersebut mengatakan agar promosi lokasi ini ditingkatkan. "Banyak warga Tobasa belum mengenal lokasi wisata ini, maka dinas tersebut diminta untuk semakin giat mempromosikan lokasi wisata yang memiliki keindahan pemandangan, air terjun Ponot, dan beberapa lokasi yang khas" ungkap Winner Sinambela. Camat Pintupohan Gibson Sinaga mengungkapkan jika potensi ini layak dikembangkan. "Jika kegiatan ini mempunyai efek positif agar bisa meningkatkan pendapatan daerah" ungkap beliau. (Mtc/ Pintor)