Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Plt Gubsu : Perguruan Tinggi Harus Reformasi Diri

Plt Gubsu : Perguruan Tinggi Harus Reformasi Diri

Admin - Minggu, 01 Mei 2016 13:33 WIB
Matatelinga.com
Matatelinga.com,  Pelaksana Tugas GubernurSumatera Utara mengatakan perguran tinggi harus segera mereformasi diri untukmenghadapi berbagai tantangan dalam skala lokal, nasional maupun global. “Bagaimanamungkin lulusan perguruan tinggi bisa berkompetensi bila penyelenggaraan pendidikantinggi kita tertinggal,” ujarnya saat membuka Workshop Peningkatan Daya SaingBangsa Melalui Inovasi oleh Perguruan Tingi Dalam Rangka Masyarakat EkonomiAsean yang diselenggarakan Kampus Universitas HKBP Nomensen (UHN) Sabtu (30/4/2016). 

Hadir dalam kesempatan itu MenteriHukum dan HAM Yasonna H Laoly, SH, M.Sc, PhD yang menjadi pembicara utama,Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, SE, Bupati Toba Samosir DarwinSiagian, Bupati Nias, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemekumham Prof DrAhmad Ramli, rektor UHN DR Ir Sabam Malau dan Ketua Ikatan Alumni UHNTongariodjo Angkasa Ginting.

Erry mengatakan menurut WorldEconomic Forum,  indeks inovasi InovasiPendidikan Tinggi Indonesia pada tahun 2015 adalah 4,0 atau berada di peringkat60 dunia. Indeks tersebut menunjukan bahwa masih banyak inovasi dan teknologiyang perlu kita hasilkan untuk memecahkan berbagai maslaah kehidupan bangsa.

Dilanjutkannya, globalisasi jugameningkatkan kompetisi. Saat ini Indeks Daya Saing Indonesia yang diukur dari indikator“Higher Eduation and Training menunjukkan bahwa pada tahun 2014-2015 Indonesiamenduduki peringkat 60 dengan indeks daya saing 4,5. “Artinya , ada lebihbanyak negara lain yang mencapai indeks daya saing lebih baik dari Indonesia,sehingga peringkat kita menurun,” ujarnya.

Hal ini menurut Erry tidak bolehkita biarkan begitu saja. “Dalam situasi persaingan, kita tidak bisamenjalankan pendidikan tinggi dengan cara dan kualitas yang sama. Karenakualitas yang kita capai di hari kemarin, sangat berbeda dengan kualitas yangharus dicapai pada hari esok.

Di sisi lain, globalisasi serta MEAjuga membuka jalan bagi kerjasama pendidikan, riset dan pengembangan teknologi,”jelas Erry.

Proses reformasi pendidikan menurutPlt Gubsu membutuhkan kerjasama dari  banyakpihak. Saat ini jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai 4.438 denganmahasiswa berjumlah lebih dari 7 juta dan dosen sekira 300.000. Untukmenjalankan reformasi perlu kerjasama antar institusi pendidikan, riset, industry,swasta, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Sementara itu Menteri HUkum dan HAM YasonnaLAoly membawakan makalah peningkatan daya saing bangsa melalui inovasi olehperguruan tinggi dalam rangka MEA. Menurutnya MEA selain melahirkan tantaganjuga memunculkan peluang. Di bidang Paten diakui masih besarnya dominasi asingdi Indonesia terkait pemanfaatan teknologi dalam perdagangan nasional.

Kekayaan Intelektual komunal perludidukung oleh kemmampuan intelektual yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi, salahsatunya potensi utuk produk-produk indikasi geografis. Hal ini menurutnya dapatdigabungkan dengan potensi wisata yang ada, salahsatunya produk kopi khasSidikalang atau Simalungun dengan obyek wisata Danau Toba.

Dalam kesempatan itu Yasonna mengajaksemua potensi bangsa khususnya perguruan tinggi berlomba-lomba melahirkankarya-karya kreatif yang bermanfaat. “Bukan saja manfaat ekonomis bagipenciptanya, akan tetapi yang lebih penting adalah manfaat bagi kehidupan dankesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Dia juga mengimbau kepada seluruh elemenmasyarakat untuk memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap karya-karyaintelektual dengan tidak melakukan tindakan melanggar hokum seperti memalsukanatau membajak karya orang lain.

PLT Gubsu dan Menteri HUkum dan HAM kemudianberkesempatan menyaksikan penandatanganan MoU antara UHN dengan KabupatenHumbahas, Tobasa dan NIas serta Kememterian Hukum dan HAM.

(Mtc)


Tag:

Berita Terkait