Matatelinga.com, Wakil Walikota Medan, Ir AkhyarNasution berharap melalui pertunjukkan Teater Nasional (Tena) Medan yangmenggelar pertunjukan monolog bertajuk “PristaIstri Kita” menjadi momentum kebangkitanberkesenian di Kota Medan. Sebab, ibukota Provinsi Sumatera Utara ini memilikiroh berkesenian dan beberapa tahun ini roh atau jiwa berkesenian mengalami disorientasi.
Harapan ini disampaikan Akhyar ketikamenyaksikan pertunjukkan teater monolog "Prita Istri Kita" di MapleTheatre Grand Aston City Hall Medan, Minggu (15/5/2016). Apalagi banyak anak Medanyang memiliki bakat dan kreatif, tentunya bakat ini harus terus dikembangkan.
"Pemko Medan siap membantu gunamenyalurkan bakat tersebut. Kita harus isi bersama jiwa berkesenian di KotaMedan, sehingga medan menjadi kota seni, bukan hanya fisik saja yangdibangun", kata Akhyar.
Mantan anggota DPRD Medan inimengaku merasa sangat bangga dan memberikan apresiasi kepada Tena Medan atas pertunjukanyang digelarnya "Prita IstriKita" karya Arifin C.Noer yang disutradarai Yan Armani Lubis. Akhyar inginteater karya anak Medan ini dapat membangkitkan motivasi pelakon seni teater diKota Medan.
“Saya bangga TenaMedan mengingat sejarah teater nasional. Medan merupakan gudang orang seni yangmengembangkan dunia teater, tercatat ada sejumlah karya diantaranya paktuntung yang terkenal berasal dari Kota Medan. Teruslah berkarya”. Kata Akhyar.
Selanjutnya Akhyarmenambahkan kesannya, setelah nonton pertunjukan "Prita Istri Kita"yang berceritakan tentang pribadi seorang istri. Prita yang terbuai nafsuduniawi. Dikatakannya Mas Broto sebagai lelaki pengecut yang bodoh, karenasuaminya itu menolak pemberian amplop seorang juragan agar suaminya mau menolonganak jurangan itu naik kelas. Selain itu dikatakannya mas Broto seperti seekorharimau bertenaga cacing.
Kemudian Prita sudah menyatakan diri masuk ke ruangfatamorgana dan sengaja alam pikirannya dininabobokan memberi romantik berbungkussemboyan percintaan hidup sepanjang mati seliang bersama Mas Beni BrewokBekas pacarnya. Sampai akhirnya suami mengetuk pintu dan menyadarkan Prita dariimajinasinya.
Akhyar menilai,peran Prita yang dilakoni Wan Ndoet Hayati memainkan peran dengan karakter sangatbaik. "Saya sangat terhibur dengan pertunjukkan teater ini, semoga akanada lagi pertunjukkan berikutnya, “ harapnya.
Sebelumnya YanArmani Lubis selaku sutradar menjelaskan,Tena yang berdiri di Medan sejak 28 Oktober 1963 atas prakarsa lima anak mudaberjuluk " Pendawa Lima". Dengan moto " akrab kedalam, simpatikke luar", serta tradisi diskusi feeling of mind, Tena telah mementaskannaskah drama standard sejumlah karya penulis ternama.
"Setelahtidak berproduksi, Tena kembali menyambangi publik, lewat lakon monolog karyaArifin C.Noer yang dilakoni Ndoet. semangat berkesenian masih menyala meskihari - harinya disibukkan dengan berbagai aktifitas pribadi,” jelas Yan Armani.(Mtc)