Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Ikrar Komunis Peringati Hari Harkitnas

Ikrar Komunis Peringati Hari Harkitnas

Admin - Jumat, 20 Mei 2016 22:32 WIB
Matatelinga.com
Matatelinga.com,  Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 108 Tahun digelar di Lapangan Benteng, Jalan Pegadaian, Medan, Jumat (20/5/2016). Kegiatan ini juga diselingi dengan pembacaan ikrar anti Partai Komunis Indonesia (PKI). Karena itulah, generasi muda diminta untuk kembali mempelajari sejarah bangsa.

Plt Gubernur Sumatera Utara T Erry Nuradi bertindak sebagai inspektur upacara pada kegiatan ini. Hadir pada acara ini Kapolda Sumut Irjen Pol Raden Budi Winarso, Kasdam I Bukit Barisan Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco, Danlantamal I/Belawan Brigjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Dandim 0201/BS Kolonel (Inf) Maulana Ridwan, dan pejabat baik dari TNI-Polri, Pemprovsu dan Pemko Medan.

Kepada wartawan seusai upacara, Erry menjelaskan kalau Harkitnas merupakan cikal bakal kebangkitan bangsa. Maka dari itu, ia menyampaikan terima kasih kepada founding father pejuang bangsa Indonesia. Erry juga mengingatkan generasi muda penerus bangsa mempelajari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

"Karena bangsa yang besar itu adalah bangsa yang memahami dan mengetahui perjuangan orang-orang tuanya. Berkat pejuang kita yang memperjuangkan jiwa, raga, materi sehingga kita bisa merdeka," ucapnya.

Ketika disinggung soal bencana air terjun Dua Warna di Sibolangit, Deliserdang, Erry dengan terburu-buru meninggalkan wartawan. "Saya rasa nanti masalah itu. Karena saya mau ini, mau ziarah ke makam pahlawan," ucapnya sembari meminggalkan kerumunan wartawan.

Terpisah, menanggapi ikrar anti PKI, Kasdam I Bukit Barisan Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco menjelaskan kalau itu kehendak masyarakat. Sebab, sesuai UU dan TAP MPR, paham Komunis tidak diizinkan di Indonesia.

"Saya rasa itu hal wajar. Kita tidak mau peristiwa sejarah yang menyakitkan tahun 48 dan 65, terulang lagi. Karena itu memecah belah bangsa kita ini," bilangnya.

Untuk di Sumut sendiri, lanjut Widagdo, belum ditemukan adanya penyebaran paham komunis. "Tapi tetap waspada. Prajirit sudah diperintahkan kalau ada gerakan yang menjurus diingatkan. Karena nanti bisa konflik sesama bangsa. Kan kita yang rugi sendiri,"(Mtc)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Plt Gubsu Ajak Hidupkan Falsafah "Sapangambei Manoktok Hitei"