Matatelinga.com, Plt Gubsu HT. Erry Nuradi bersama Pengurus Besar Aliansi Media Cyber Indonesia (PB- AMCI) membesuk dua korban kritis awan panas Sinabung, Minggu (22/5/2016) di Rumah Sakit Adam Malik Medan.Plt Gubsu Erry Nuradi didampingi Kadis Kesehatan Sumut Raden Roro Srihartati Suryani dan dokter ahli RSUP Adam Malik Medan, Nazaruddin Umar serta puluhan wartawan yang tergabung dalam PB AMCI, ikut menyaksikan langsung kondisi dua korban Sinabung yang masih kritis karena luka bakar di Rumah Sakit Adam Malik Medan, masing-masing Cahaya Sembiring ,57, dan Cahaya Boro Tarigan ,45,.Pada kesempatan itu, PB AMCI yang terus menerus memberitakan peristiwa awan panas Gunung Sinabung memberikan masukan dan informasi kepada Plt Gubsu, sehingga Erry Nuradi saat menyaksikan langsung kondisi kedua korban kritis tersebut, cukup prihatin dan mengharapkan penanganan kedua korban harus dilakukan sebaik-baiknya.“Saudara-saudara wartawan pun harus dengan benar dan akurat memberitakan peristiwa yang terjadi sehingga masyarakat dan khususnya keluarga korban dapat menerima informasi yang benar,” ujar Erry Nuradi.Disisi lain, Plt Gubernur Sumut Erry Nuradi didampingi Ketua PB AMCI Fakruddin Pohan menjelaskan kepada wartawan, saat ini jumlah korban meninggal dunia terkena awanpanas erupsi Gunung Sinabung hingga Minggu sore tercatat sebanyak 9 orang, semua merupakan warga DesaGamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. "Para korban tersapu awan panas saat berada di zona merah pada Sabtu (21/5/2016) pukul16.48 WIB. Ketujuh korbanmeninggal dunia masing-masing Karman Milala (60), Irwansyah Sembiring (17), NantinBr. Sitepu (54), Leo Perangin-angin, Ngulik Ginting, Ersada Ginting (55) danBrahim Sembiring (57). Sementara korban yang masih menjalani perawatan intensifmasing-masing Cahaya Sembiring (75), dan Cahaya br Tarigan (45). Korban ErsadaGinting (55) dan Brahim Sembiring (57) yang merupakan suami korban Cahaya BeruTarigan menghembuskan nafas terakhir di RSUP H Adam Malik Sabtu (21/5/2016) malamsetelah di rujuk dari RS Evarina Etaham, Karo. Desa Gamber beradapada radius 4 km di sisi Tenggara dari puncak Gunung Sinabung yang dinyatakansebagai daerah berbahaya atau zona merah. Berdasarkan rekomendasi PVMBG, warga dilarangkeras beraktivitas di Desa Gamber karena berbahaya dari ancaman awan panas,lava pijar, lapilli, abu pekat dan material lain dari erupsi.Sementaraitu, dokter ahli RSUP Adam Malik Medan, Nazaruddin Umar menjelaskan, pihaknya terusmemantau perkembangan kondisi kesehatan kedua korban yang sedangmenjalani perawatan di RSUP H Adam Malik Medan hingga Minggu sore. “Tim dokterterus memantau perkembangannya. Keduanya dalam keadaan sadar. Tapi kondisinyasangat memprihatinkan akibat luka bakar di sekujur tubuh,” sebutnya. Nazaruddin menuturkan, korban Cahaya Beru Tarigan, ibu rumahtangga berusia 45 tahun,mengalami luka bakar mencapai 80 persen. Tim dokter berencana melakukan upayapenyelamatan dengan mengamputasi kaki korban akibat mengalami luka bakar hinggamerusak otot. “Kita sudahminta persetujuan pihak keluarga. Jika keluarga mengizinkan, tim akan langsungmelakukan operasi amputasi. Kita masih menunggu hasil rembug pihak keluarga,” ungkapnya.Disela-sela kegiatan sosial tersebut, secara bersamaan rombongan PB Aliansi Media Cyber Indonesia bertemu dengan Plt Gubsu yang juga menjenguk korban awan panas Gunung Sinabung, Ketua Dewan Pembina PB AMCI Fakhruddin menjelaskan, bahwa keberadaan AMCI merupakan kumpulan dari berbagai media online berbasis internet yang telah terbentuk, dalam fungsi dan perannya selain sebagai jurnalis juga akan melakukan aksi nyata dalam berbagai bentuk kepedulian sosial.“Kita dalam AMCI ini, banyak menyaksikan dan berbagai peristiwa masyarakat, selain kita jadikan konsumsi berita, melalui AMCI, kita juga memberikan kepedulian secara nyata,” ujar Fakhruddin Pohan yang akrab disapa Kocu, yang juga didampingi pengurus PB AMCI lainnya.(Mtc)