Matatelinga.com,
Kedudukan sektor pariwisata sebagai salah satu pilarpembangunan semakin menunjukkan posisi dan peran yang sangat penting sejalandengan perkembangan dan kontribusi yang diberikan, baik dalam penerimaanpendapatan daerah, pengembangan wilayah, penyerapan investasi dan tenaga kerja,alternatif mewujuidkan Medan sebagaidestinasi wisata kota akan menjadi trend menarik dimasa depan berdasarkanalasan yang rasional.
Hal ini dikatakan Walikota Medandiwakili Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Drs Hasan Basri pada acaraseminar hasil kajian alternative wujudkan Medan sebagai destinasi wisatanasional dan regional, Jumat (27/5/2016) di Hotel Grand Antares, pesertaseminar sebanyak 150 orang terdiri dari DPRD Medan, Dewan Kota, DewanRiset, SKPD, PKK, para Camat, Asita, PHRI, HPI, BWS Senat Mahasiswa Akpar danpara pengelola destinasi wisata di Kota Medan.
Dikatakan, potensi yang bagus akanlebih berhasil jika dikembangkan dan dikelola dengan majemen kota yangterintegritas dalam konsep totalitas produk wisata yang saling terkait,sedikirtnya ada empat unsur diintegrasikan yakni daya tarik wisata,infrastruktur dan fasilitas pendukung, aksesbilitas berupa transportasi publikyang baik serta manejemen transportasi yang efesien/efektif dan kelembagaankepariwisataan yang meliputi pemerintah, swasta dan masyarakat.
“ Perpindahan Bandara Polonia keKuala Namu adalah tantangan yang sangat besar untuk Kota Medan, karena parawisatawan bisa langsung menuju Danau Toba, tanah Karo atau tempat lainnya tanpaharus transit di Kota Medan, “ ujar Hasan Basri.
Menurutnya, Kota Medan memilkibanyak sekali destinasi wista seperti Istana Maimon, Bangunan bersejarah, RumahTjong A Fie, Situs Kota Cina, Asam Kumbang, Titi Gantung dan lainnya yang dapatdijadikan ciri khas yang tidak dimiliki kota lainnya, begitu juga dengan budayaMelayu merupakan budaya asli Kota Medan yang harus dipertahankan dandilestarikan yan dapat dijual kepada wisatawan selain itu juga Medan merupakankota kuliner.
“ Kita harus sepakat bahwa KotaMedan ini harus dibangun dengan cerdas melalui pelaksanaan kajian atau risetyang dapat dipertanggung jawabkan secara akademis sebelum melakukan suatuperencanaan, kita harus menyelesaikan setiap permasalahan kota ini sedinimungkin agar visi Kota Medan yang maju, sejahterah, relegius dan berwasasanlingkungan dapat terwujud, “ ungkapnya
Kabid Sosbud Balitbang Kota MedanBahrian Effendi S Sos melaporkan, tujuan seminar hasil kajian ini adalahsebagai acuan dari pengembangan destinasi wisata oleh pemerintah, pemerintahdaerah, pelaku usaha dan masyarakat, menjamin terselenggaranya pengembangandestinasi wisata didaerah yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai, berwawasanlingkungan, selain itu juga meningkatkan kualitas pengelolaan sertameningkatkan volumne kunjungan wisata.
Sebagai nara sumber adalah DR Rita MargaretaSetianingsih, Agus SE, selaku pembanding adalah Ketua Asosiasi PelakuPariwisata Indonesia Sumut, Maruli Damanik sedangkan sebagai surveyor adalahpara mahasiswa Akademi Pariwisata Kota Medan
(Mtc)