Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
DPD LIRA Kota Medan Ziarahi Makam Tokoh Anti Komunis Alm. Dr. Drs. H. Ibrahim Sinik

DPD LIRA Kota Medan Ziarahi Makam Tokoh Anti Komunis Alm. Dr. Drs. H. Ibrahim Sinik

Admin - Minggu, 05 Juni 2016 07:56 WIB
Matatelinga.com
Matatelinga.com,  Ratusan warga  Lumbung Informasi Rakyat  (LIRA)  Kota Medan dipimpin Walikota LIRA DPD KotaMedan, Drs. Saman Lubis, terlihat memadati pekuburan Muslim Kayu Besar Jl.Thamrin Medan, Sabtu,(5/6/2016),  guna menziarahi makam paratokoh anti komunis di Sumatera Utara, yakni makam  Alm. DR. Drs. H. Ibranim Sinik. Juga makammereka yang jadi korban saat pertikaian dengan komunis, yaitu: Alm. AdlinPrawira Negara BA,  M. Yakub, dan IbrahimUmar (M. Yakub dan Ibrahim Umar, juga dijadikan nama jalan di Kota Medan). 

Walikota LIRA DPD Kota Medan Drs. SamanLubis, seusai membacakan Yasin, Tahtim dan Tahlil mengatakan, kegigihan dan semangatserta perjuangan DR. Drs. H. Ibranim Sinik  yang tak kenal lelah dan menyerah kepada komunis, harus dilestarikan dan diwariskan kepadagenerasi penerus.  Apalagi lanjutnya,  PKI sebagai organisasi kader dikenal memilikikemampuan konsolidasi organisasi yang sangat baik, hingga mampu mengelola  propaganda, agitasi, infiltrasi, provokasi,dalam menarik perhatian serta  menggugah simpatipublik.

“Saat ini dilahirkan kesan atas nama HAM,  jika aktifis komunis dan kader Partai KomunisIndonesia adalah korban. Padahal sejarah mencatat, mereka sudah dua  kali gagal melakukan kudeta terhadap NKRI; yaknipada tahun 1948 dan tahun 1965. Harusnya dua kali kegagalan yang  dibayar mahal oleh kader PKI,  merupakan bukti paham komunis dan PKI tidakdapat tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat Indonesia yang heterogen danberpaham ketuhanan ”, tegas  Saman Lubis.

Dilanjutkan Saman Lubis, sifat dan gerakankomunis yang reaksioner dan revolusioner memang awalnya cukup menarik simpatipublik,   terutama bagi mereka paraaktifis dan intelektual muda.  Namungagalnya kudeta PKI di Madiun tahun 1948 dan di Jakarta tahun 1965, bukti ambisikader komunis yang  selalu menghalalkansegala cara untuk berkuasa, tidak sesuai dengan semangat musyawarah dangotongroyong rakyat Indonesia.

“Jika dikatakan komunis tidak pernahmembakar buku,   untuk menyudutkan  mereka yang bukan komunis  tidak demokratis.  Tapi perbuatan kader komunis lebih tidakdemokratis, berusaha membakar percetakan, agar suratkabar tidak terbit.  Dan ini yang dialami Alm. Ibrahim Sinik ketikamasih hidup saat tengah  konflik dengan  PKI. Dan niat PKI lewat Pemuda Rakyat membakarpercetakan itu berhasil digagalkan oleh masa Pemuda Pancasila di pimpin H. YanParuhum Lubis (Ucok Majestik)”, ujar Saman Lubis.  Ditambahkannya,  jika kaum komunis saat ini mengatakan merekahanyalah korban. Lantas bagaimana dengan warga masyarakat yang jadi korbankebrutalan dan keganasan komunis, khususnya di Sumatera Utara dan Kota Medan.

“Di Simalungun ada Pelda Sujono, di KotaMedan ada M. Yakub dan Adlin Prawira Negara (korban dalam peristiwa KampungKolam).   Kemudian Ibrahim Umar,  yang tewas ditembus peluru keamanan konsul RRCdi Medan saat demo didepan gedung konsul masa itu. Demikian pula puluhanmasyarakat lainnya, seperti yang tergabung dalam Pemuda Pancasila”,  siapa yang akan minta maaf kepada para korban PKI itu”, lugas Saman Lubis.

Karenanya untuk napak tilas perjuangan masyarakatSumatera Utara menghadapi komunis tersebut, DPD LIRA Kota Medan berencanamembuat buku yang mencatat kronologis  berbagaiperistiwa dalam era 1962 hingga 1966 di Sumatera Utara dan Kota Medan.  Dengan harapan, buku tadi dapat memberikan pencerahankepada para akademisi, intelektual, dan aktifis muda. Agar tidak termakanpropaganda sesat mereka yang masih bermimpi, ingin menghidupkan kembali  PKI dan paham komunis di Indonesia,khususnyadi Sumatera Utara dan Kota Medan.

Terlihat turut  mendampingi Walikota DPD LIRA Kota Medan Drs.Saman Lubis saat ziarah ke makam Dr. Drs. H. Ibrahim Sinik, makam Adlin PrawiraNegara, makam M. Yakub dan makam  IbrahimUmar; Sekretaris Daerah: Wahyu,  AsistenI: Alfiannur Syafitri, Kadis Penataan Organisasi: Rinno Hadiwinata (Renno),Kadis Pendidikan:  Drs. SalwiddinManurung, Hendra, dan Humas Helmi Nasution, S.Ag.

 

 

(Mtc)


Tag:

Berita Terkait