Matatelinga.com, Petugas Unit Tipidter Sat Reskrim Polresta Medan menggerebek lokasi galian C diduga ilegal di Desa Bintang Meria, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (15/6/2016) petang. Lokasi tersebut digerebek karena diduga melakukan praktik Galian C ilegal dan telah berlangsung beberapa lama.Informasi diperoleh, dalam penggerebekan itu petugas menyita sejumlah alat berat berupa escavator dan truk dari lokasi, serta mengamankan operatornya dari lokasi. Namun sayang, saat hendak mengevakuasi alat berat dan operatornya, petugas dihalangi sejumlah massa. Disebut-sebut, tempat merupakan milik seorang pengusaha Sumbul Sembirig pemilik lokasi Alam Jaya.Massa diduga bayaran menggali parit seluas 1 meter dan panjang seratusan meter, untuk menghalangi petugas mengevakuasi alat berat dari lokasi. Petugas Sat Reskrim Polresta Medan yang kesulitan menghadapi massa, meminta bantuan ke Mapolresta Medan. Untuk membantu petugas di lokasi, diturunkan puluhan personil Sat Sabhara Polresta Medan ke lokasi.Sejumlah massa diduga bayaran pemilik alat berat sekaligus pelaku Galian C berkumpul di tepi Jalan Jamin Ginting, Desa Bintang Meriah, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang. Massa juga terlihat berdiri menghalangi alat berat escavator dengan menggali parit seluas 1 meter dan sepanjang belasan meter.Massa bahkan mendirikan tenda dan bertahan di lokasi dan menghalangi petugas mengevakuasi alat berat tersebut. Warga sekitar yang tak mau namanya diberitakan mengatakan, proses penyanderaan alat berat itu telah berlangsung sejak sore hari. Namun hingga malam hari, massa masih menyandera alat berat di lokasi.Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Fahrizal didampingi Kanit Tipidter Iptu Ucox Rambe mengakui, lokasi Galian C yang digerebek pihaknya merupakan milik Sumbul sembiring. Disebutkan, meski alat berat masih ditahan massa, pihaknya akan mengupayakan pengevakuasian barang bukti tersebut. "Benar, memang lokasi yang digerebek milik Sumbul sembiring . Saat ini kami berusaha mengevakuasi barang bukti dari lokasi," ujarnya.Terpisah, Kasat Sabhara Polresta Medan Kompol Siswandi mengatakan, pihaknya menurunkan 50 personil Sabhara untuk membantu pihak Sat Reskrim di lokasi. Saat ini, akunya, pihaknya masih berusaha mengevakuasi alat bukti dari lokasi secara persuasif. "Saat ini, kami menurunkan 50 personil Sabhara Polresta Medan untuk membantu sekira 60 pesonil Reskrim. Kami disini untuk membantu pihak Reskrim untuk mengevakuasi barang bukti," jelasnya.(Mtc)