Jeritan minta tolong dari ratusan pedagang tradisional danmodern di gedung Aksara Plaza terdengar lirih saat kobaran api melahap bangunanbelantai enam itu. Bahkan tidak sedikit dari mereka histeris akibat dagangannyahangus, tidak sedikit dari mereka berlari berupaya menyelamatkan barangdagangan, Selasa (12/7/2016) siang.“Tolong kami tuhan, tolong, kemana lagi kami jualan kalauini sudah terbakar, “ jerit seorang ibu memegang sepotong pakaian yang berhasildiselamatkan. Amuk api semakin menjadi saat matahari mulai terik, puluhan mobildinas kebakaran pun sudah berupaya menjinakaan si jago merah, namun hingga sorebelum juga padam.Sebagian dari mereka ada yang terjatuh saat berupayamenyelamatkan diri, sebagian pula tidak perduli dengan sekitarnya, hanyatertunduk lesu dan menangis sesugukan hingga mata membengkak. Siapa yangbertanggung jawab atas insiden ini, soal itu mereka juga tidak tahu, mereka(pedagang) hanya berfikir harus kemana mereka setelah gedung tua itu menjadieks Aksara Plaza.Atau ini akal-akalan pihak lain yang dengan sengajamemercikkan api untuk kepentingan pribadi, seperti yang terjadi di gedung MedanPlaza pada tahun 2015 lalu yang sampai kini hasil penyelidikannya tidakdiketahui, tetap saja mereka tidak mengerti itu. Yang mereka tahu api berasaldari lantai II, Blok VI. “Kami tidak tahu mengapa ini bisa terjadi bang,tiba-tiba api membesar dari lantai dua, kemana lagi lah kami harus berjualanbang,” kata Mira satu dari ratusan pedagang di sana.Sejauh ini, polisi pun masih berusaha mencari tahu apapenyebab kebakaran itu. Pun tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu,setidaknya kerugian mencapai ratusan juta. “Untuk korban jiwa belum ditemukan,kalau untuk kerugian masih belum bisa dirinci secara pasti, kita tunggu hasilpenyelidikan,” kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol L Zendrato.Hingga ajan Mahgrib berkumandang, kobaran api masih tampakmenyeramkan. Puluhan petugas pemadam kebakaran pun masih bertaruh nyawa untukdapat segeran menyudahi peristiwa itu dan berharap tidak ada nyawa yanghilang.