Matatelinga.com, Bupati Simalungun Dr Saragih SH MM didampingi Uskup Agung Medan Mgr Anicetus B Sinaga melakukan pengguntingan pita sebagai tanda diresmikannya Biara dan Novisiat OFMConv Santo Antonius Padua Tiga Dolok di Nagori Siatasan Kecamatan Dolok Panribuan, Jum’at (15/7/2016).Presmian biara tersebut juga ditandai dengan pendatangan prasasti oleh Bupati Simalungun dan Uskup Agung Medan. Namun sebelumnya, seusai pelaksanaan ibadah Uskup Agung Medan melakukan percikan air suci gedung biara dan juga kepada jemaat yang hadir. Pada pelaksanaan ibadah itu juga dilaksanakan upacara kaul perdana.
Dalam sambutannya Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM menyampaikan apresiasi kepada gereja katholik yang telah mendirikan biara di Kabupaten Simalungun, sebagai sarana pendidikan bagi umat katholik dalam peningkatan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Menurut Bupati dengan dibangunnya biara di Kabupaten Simalungun diharapkan akan bertambah postor maupun suster yang diharapkan dapat mememberikan pencerahan keimanan kepada masyarakat. “Dari sinilah nantinya lahir para pastor maupun suster. Karena di sini (biara) adalah pusat pendidikan, mereka di didik selama 1 tahun ditempat ini dalam mempelajari dan medalami ilmu keagamaan. Setelah lulus dari dari sini, mereka akan terjun kemasyarakat, memberikan pencerahan,”ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati, atas nama Pemkab Simalungun dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada seluruh jemaat katolik yang telah memberikan dukungan kepada dirinya pada saat pelaksanaan Pilkada yang lalu. “Saya dapat berdiri di tempat ini karena dukungan para bapak dan semua, untuk itu kami mohon doa agar kami selalu tegar memimpin Simalungun, dan saya ingin menjadi garam dan terang didaerah ini,”ungkapnya.
Sementara itu, di Sumatera Utara Uskup Agung Medan Mgr Anicetus B Sinaga antara lain mengatakan bahwa umat katholik akan selalu siap mendukung pemerintah dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat. “Kami dari gereja dan jemaat katholik selaku warga negara bertekad membangun persaudaraan di seluruh Indonesia. Kami juga anti kekerasan dan kami mau membangun bangsa dan negara. Kami menolak korupsi dan kami membela Jokowi untuk rakyat dan kami mau membuat kejujuran agar dihargai bangsa ini,”ujarnya.
Uskup juga mengatakan bahwa umat katholik mau menjadi umat Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi umat beragama yang sholeh, yang mendukung kebaikan bersama, membawa persaudaraan, keakraban, pembangunan lestari untuk bangsa Indonesia. “Ini suatu bukti nyata dan ditempat inilah pusat pengembangan itu. Dan ditempat ini juga diharapkan menjadi tiang obor membawa kedamaian,”tuturnya.
Tampak hadir dalam kesempatan itu, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Bupati Pakpak Barat, Dandim 0207 Simalungun, Bimas Katholik dari Kemenag RI dan Prov Sumut, para pastor, suster dan para jemaat Katholik dari bebagai daerah.
(Mtc)