Matatelinga.com, Seminggu sudah terbakarnya Pasar Aksara yang berada di Jalan Aksara, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, pada Selasa (13/7/2016) lalu.Pantauan di lapangan, Selasa (19/7/2016) saat ini ratusan pedagang yang menjadi korban kini terpaksa berjualan menjajakan dagangan di depan Pasar Aksara yang kini sudah ludes dilahap api.Ironisnya, para pedagang kini berjualan tanpa adanya tempat atau tenda darurat untuk berdagang. Mereka berjualan di bawah teriknya panas matahari serta apabila hujan turun para pedagang dengan pasrah menutup dagangannya. Agar barang-barang jualannya tidak basah."Ya lihat saja dek begini lah kondisi kami berjualan saat ini. Pasca kebakaran kemarin belum ada relokasi yang dijanjikan oleh Pemerintah Kota Medan," terang Lela (35) salah seorang pedagang pakaian yang menjadi korban kebakaran saat ditemui wartawan.Diungkapkan Lela, saat ini belum kepastian dari PD Pasar maupun Pemko Medan melakukan relokasi pasar yang terhadap para pedagang menjadi korban kebakaran. Padahal, Wali Kota yang beberapa waktu datang menyambangi lokasi kebakaran berjanji akan memberikan lapak sementara kepada pedagang untuk berjualan.Tak hanya itu, para pedagang juga belum mendapatkan santunan atau bantuan dalam kebakaran Pasar Aksara tersebut. "Belum dek. Harapan palsu yang diberikan kepada kami mengenai relokasi. Bahkan sampai detik ini PD Pasar dan Pemko terlihat ingkar janji terhadap nasib pedagang Pasar Aksara," ungkapnya sembari menyebutkan dalam musibah kebakaran membuatnya terlilit utang. Sebab barang dagangan telah ludes terbakar.Warga Jalan Mesjid Taufik, Kecamatan Medan Perjuangan itu, menuturkan dalam kebakaran Pasar Aksara itu, kini ia hanya bisa pasrah. Walaupun begitu, ia tempat berharap ada pihak-pihak yang nantinya akan mau membantu menyelesaikan masalah tersebut."Ya pasrahlah. Namanya juga pedagang kecil. Kami sudah capek mengaku ke DPRD Kota Medan, Pemko Medan namun hanya janji palsu yang didapat. Sudahlah kami para pedagang yang menjadi korban akan tetap berjualan di sini," tutur Lela yang telah berpuluh-puluh tahun berjualan.Diketahui, penyebab kebakaran yang menghanguskan Pasar Aksara dan Plaza Ramayana Aksara akan sulit dipastikan. Di mana hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran secara rinci.Kepala Labfor, Kombes Pol Haris Aksara, mengaku membutuhkan waktu untuk mencari tahu apa penyebab pastinya kebakaran di Plaza Ramayana Aksara dan Pasar Aksara. Hasilnya akan muncul setelah timnya melakukan analisis di lantai dua Pasar Aksara."Hasil kebakaran diketahui hasilnya itu dua atau tiga minggu lagi. Saat ini, tim kami mulai bekerja mencari titik asal api," jelasnya.Diungkapkannya, untuk mencari tahu penyebab kebakaran, Labfor Cabang Medan dibantu tim Mabes Polri. Nantinya dengan adanya tim gabungan itu dalam waktu dekat diketahui asal api dan penyebab kebakaran tersebut. Akibat musibah kebakaran itu sebanyak 728 kios pedagang yang berada di Pasar Aksara kini sudah rata dengan tanah. (Fit/Mtc)