Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Dirjen Otda Buka Munas V APEKSI 2016

Dirjen Otda Buka Munas V APEKSI 2016

Admin - Rabu, 27 Juli 2016 16:24 WIB
Matatelinga.com
Matatelinga.com,  Menteri  Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia,Tjahjo Kumulo  SH diwakili DirekturJendral Otonomi Darah (Dirjen Otda), Dr Sumarsono MDM membuka  Musyawarah Nasional (Munas) V AsosiasiPemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tahun 2016 di Abadi  Convention Centre Jalan HMO Bafadhal, Jambi,Rabu (27/7/2016). Munas ini diikuti 98 kota yang tergabung dalam APEKSI, termasukKota Medan.

Dalam Munasini,  selain mendengar laporanpertanggungjawaban kepengurusan APEKSI periode 2012-2016, juga menyusun programyang akan dilaksanakan empat tahun ke depan.  Kemudian membuat rekomendasi yang akandisampaikan kepada pemerintah, serta memilih kepengurusan baru APEKSI untukperiode 2016-2020.

Selain ituseluruh peserta Munas dalam rapat yang berlangsug  selama 27-28 Juli ini, termasuk Wali Kota Medan,Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menerima pembekalan dari sejmlah narasumber yang berasaldari Mendagri yng diwakili Dirjen Otda, Menteri Keuangan, serta Menteri DesaDaerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Dari 98 Wali Kotayang tergabung dalam APEKSi, 69 Wali Kota yang menghadirinya langsung, 19diwakili, sedangkan sisanya tidak hadir diantaranya Wali Kota Surabaya, WaliKota Langsa, Wali Kota Sabang, Wali Kota Tual, Wali Kota Sawah Lunto dan 4 WaliKota dari DKI Jakarta. Meski tidak hadir namun para  Wali Kota yang tidak hadir  itu telah mengirimkan perwakilan untukmengikuti Munas APEKSI tersebut.

Dirjen Otda, DrSumarsono MDM dalam sambutannya sebelum membuka Munas APEKSI V, berharap agaradanya keinginan banyak kelurahan yang ingin berganti kelamin menjadi desamenjadi salah sau topic pembahasan dalam Munas tersebut. Ditengarai hal initerjadi akibat desa mendapat bantuan miliaran rupisah dari pemerintah melauibantuan desa, sementara kelurahan tidak mendapatkan bantuan.

Menyikapi masalahini, Sumarsono mengaku pihak Kemendagri saat ini tengah membahas bantun apayang dapat diberikan kepada kelurahan sehingga dapat memberikan pelayananterbaik kepada masyarakatnya. Meski demikian Sumarsono mengingatkan pihakkelurahan untuk mencontoh apa yang telah dilakukan Kelurahan Jeluntung diJambi.  Walaupun hanya menerima bantuan hanyaRp.30 juta dari Pemko Jambi namun pelayanan yang diberikan sangat baik.

“Berdasakan hasilpeninjauan saya langsung, pelayanan yang diberikan apratur Kelurahan Jelutungsudah sangat baik kepada masyarakatnya. Ada 12 pelayanan public yang digratiskankepada masyarakat, diantaranya pengurusan administrasi kependudukan, surattanah Surat Keterangan Usaha maupun lainnya,” kata Sumarsono.

Apa yangdilakukan Kelurahan Jeluntung inilah bilang Sumarsono, menjadi harapan Presidenuntuk menghadirkan konsep negara dalam pelayanan publik sehingga memuaskanmasyarakat. Atas dasar itulah Sumarsono mengajak pihak kecamatan maupun kotauntuk memberikan pelayanan sdperti yang dilakukan di Kelurahan Jelutungtersebut.

SelanjutnyaSumarsono berharap seluruh kota di Indonesia menjadi kota cerdas dan pintar (smart city) seperti yang telahdilaksanakan Pemko Surabaya saat ini. Guna mengembangkan smart city ini, Kemendagri pada bulan Agustus dan September nantiakan menggelar simposium smart cityuntuk 40 kota di Indoensia. Dari 40 kota itu, 10 kota diantaranya akan dlakukanterfokus.

Sementara itu KetuaAPEKSI periode 2012-2016 yang juga Wali Kota Menado, Vicky Lumentut memaparkan,selain sejumlah agenda yang telah disiapkan untuk dibahas dalam Munas, adapembicaraan yang mencuat dikalangan peserta Munas. Adapun masalah itu terkaitmengenai Undang-Undang terkait pengunduran diri  ASN yang ingin menclonkan diri menjadi kepaladarah dan pengalihan bidang pendidikan menengah yang pengelolaannya dialihkandari Pemkab/Pemko kepada Pemerintah Provinsi. “Untuk itu teman-temanmenginginkan agar kedua UU itu direvisi,” ungkapnya.

Wali Kota Medan,Drs H T Dzulmi Eldin S MS i yang menjadi salah satu peserta Munas APEKSI V ini,beharap agar Munas menghasilkan keputusan yang akan membawa kesejahteraan bagikota-kota yan tergabung dalam APEKSI. Sebab, tujuan APEKSI ini untuk membantuanggotanya melaksanakan Otda dan menciptakan iklim yang kondusif.

“Di samping itu dapat membantu anggotanya mencapaikesejahteraan nasional, termasuk Kota Medan yang kita cintai ini. Apalagi dalamMunas kali ini akan dilakukan penandatagan MoU antar beberapa kota yangtujuannya untuk memberikan keuntungan timbal balik. Kita harapkan kerjasama-kerjasamaseperti ini terus dilakukan, seperti kerjasama yan teah kita lakukan denganPemko Surabaya,”jelas Eldin.(Mtc)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Berita Sumut

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Berita Sumut

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Berita Sumut

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berita Sumut

ASN Pemko Medan Harus Lebih Efektif

Berita Sumut

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar