Matatelinga.com, Terkait dengan aksi yang dilakukan oleh Tim Ormas Islam terhadap pengelola Hermes, "berbuntut panjang". Sekelompok mengatsanamakan masyarakat Polonia mendatangi kediaman dua pengurus BKM Mesjid Taqwa Jl A Kel Polonia Kec. Medan Polonia,Rabu (27/7/2016) siang.Masyarakat puluhan orang mendatang kediaman DR Irvan dan Iwan, untuk menanyakan dengan yang dilakukan orasi melibatkan orang luar ketempat mereka, hal tersebut dikatakan Acudan.Pertama mereka mendatangi kediaman DR Irvan selaku Ketua BKM, karena tidak ada dirumah mereka, menuju kediaman Iwan selaku pengurus Kemakmuran Mesjid, aku acudan lagi.Kedatangan mereka kerumah pengurus BKM tersebut, untuk menanyakan, dengan kedatangan jemaah sebelumnya melakukan unjuk rasa dan merasa tidak senang.Pasalnya, dengan kedatangan orang luar melakukan aksi tersebut, mereka menjadi resah dan sejak adanya Hermes, sudah membuka lapangan kerja akun Acudan pada Wartawan melalui telepon selularnya, Rabu, (27/7).Rumah Sudarmawan alias Pak Iwan, pengurus Badan Kenaziran Masjid (BKM) Taqwa Polonia yang menjabat sebagai Kepala Bidang Sosial dan Kemakmuran Masjid menuding Iwan dikepung warga dan menuding telah menerima proyek dari Hermes.Meski diduga telah menerima proyek, warga heran kenapa Iwan terus berdemo sehingga muncul anggapan ada kepentingan politis terkait demo-demo menyangkut keberadaan Hermes Residence."Kami punya buktinya. Ini boleh dilihat perjanjiannya. Ada nama Pak Iwan di dalam perjanjian ini," kata warga bernama Parhim bin Sukiman.Dalam surat perjanjian kerjasama antara Hermes yang ditandatangani Sudarmawan alias Iwan terkait proyek pembuatan drainase, pihak Hermes mengucurkan uang hingga Rp25 juta. Namun, ketika dikonfirmasi mengenai proyek tersebut, Iwan membantahnya."Saya dalam proyek itu hanya sebagai penjamin saja. Sebenarnya begini, yang mengerjakan proyek itu adalah tukang bernama Rohman. Dalam perjanjian proyek itu, kan harus ada penjamin agar uang keluar," aku Iwan.Setelah dirinya menjadi penjamin, pihak Hermes kemudian mencairkan uang proyek dimaksud. Namun, lagi-lagi Iwan membantahnya."Saya sudah katakan, saya tidak ada terima uang itu. Uangnya untuk beli bahan dan upah tukang," kata Iwan.Dengan kesalnya, Iwan menyebut uang dari Hermes tak cukup buat kaya. Ia berkali-kali bersumpah tidak terima uang dan main mata dengan Hermes.Sementara itu, Ketua DR Irvan Selaku ketua BKM Mesjid Taqwa pada Waspada melalui telepon selularnya menyebutkan, massa aksi unjuk rasa yang dilakukan sebelumnya adalah masyarakat aliansi Ormas yang Islam yang dibentuk sebelumnya.Dimana kesepkatan yang telah dibuat sebelumnya dilanggar oleh pihak Hermes yakni poin ke 2 berbunyi tidak boleh membanguan kecuali lapangan parkir dan poin ke 5 akses jalan keluar masuk harus dipagar. Tetapi, tidak ditepati oleh pihak hermes, akunya.Pembangunan terus berjalan yang dilakukan oleh pihak Hermes, sampai umat Islam yang melaksankan Ibadah terganggu dengan bahan bahan banguan mengenai Mesjid dan suara kebisingan setiap harinya."Seharusnya pihak Hermes mengikuti peraturan yang telah berlaku di Negara kita ini, seperti izin Amdal(Analisis dampak lingkungan). Karena, saat pertemuan dengan Camat sebelumnya, pihak Hermes tidak bisa menunjukkan ketentuan tersebut, akunya lagi.(Mtc)